JAKARTA - Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok kini tak hanya soal investasi atau perdagangan. Kedua negara tengah menapaki babak baru lewat kolaborasi di bidang pendidikan tinggi dan industri. Melalui 2025 China–Indonesia Education–Industry Collaboration Summit yang digelar di Jakarta, Rabu (15/10), kolaborasi ini menjadi upaya nyata mempertemukan kekuatan riset kampus dengan kebutuhan nyata dunia usaha.

Inisiatif yang digagas oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Go Study Global Education ini menghadirkan ratusan perguruan tinggi Indonesia serta 23 perusahaan besar asal Tiongkok dari berbagai sektor strategis—mulai dari pertambangan, manufaktur, hingga teknologi informasi dan energi terbarukan.

Tujuannya sederhana tapi krusial: menciptakan jembatan yang kokoh antara dunia akademik dan industri. Selama ini, hasil riset dari kampus seringkali berhenti di ruang seminar atau jurnal ilmiah. Padahal, jika tersambung dengan kebutuhan industri, inovasi tersebut bisa berkembang menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani menekankan pentingnya membangun ekosistem yang membuat ilmu pengetahuan tidak berhenti di laboratorium.

“Inovasi terbaik hanya akan berdampak jika bisa diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kita ingin membumikan sains dan teknologi agar dekat dengan kehidupan nyata,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie, yang melihat forum ini sebagai ruang temu antara peneliti, kampus, dan pelaku industri.

“Investasi dari luar negeri, termasuk Tiongkok, terus meningkat. Tapi tenaga ahli dari Indonesia masih perlu diperkuat. Karena itu, kampus harus menjadi pusat inovasi dan penghasil talenta yang siap menjawab kebutuhan industri,” jelasnya.

Selama forum berlangsung, para peserta tidak hanya bertukar gagasan. Ada sesi business matching untuk menjajaki kerja sama riset dan pengembangan, talent pool yang mempertemukan pusat karier kampus dengan industri, hingga diskusi tematik mengenai keberlanjutan tenaga kerja dan teknologi hijau.

Lebih dari sekadar pertemuan formal, forum ini menandai arah baru pendidikan tinggi di Indonesia: kampus yang berdampak, yang bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga ruang untuk membangun solusi bagi industri dan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, kerja sama Indonesia–Tiongkok di sektor akademik dan industri menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem inovasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan — fondasi bagi masa depan sains dan teknologi Indonesia.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+