Polemik Tuduhan Gelar Akademik Najib Razak Palsu dalam Memori Hari Ini, 11 Februari 2019

JAKARTA – Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 11 Februari 2019, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak menyangkal gelar akademiknya sebagai lulusan fakultas ekonomi Universitas Nottingham, Inggris palsu. Najib mengungkap ia benar-benar menyelesaikan pendidikan dan wisuda pada 1974.

Sebelumnya, Najib memulai kehebohan dengan menyebut beberapa pejabat negara Malaysia punya gelar akademik bodong. Kondisi itu membuat serangan berbalik kepada Najib. Gelar sarjana ekonomi Najib dipertanyakan.

Politisi dan pejabat negara bukan sekedar menganggap gelar akademik sebagai tanda belajar. Sesuatu gelar akademik bak dapat menunjukkan jati diri mereka ahli dalam kajian lmu tertentu. Kadang pula gelar akademik dipandang sebagai bentuk kebanggaan besar.

Malaysia pun mengamini hal itu. Perkaranya tak semua pejabat benar-benar meraih gelar akademiknya. Kritik itu diungkap langsung Najib Razak. Mantan PM Malaysia era 2009-2018 itu heran dengan media massa resmi Kerajaan Malaysia, Bernama yang mengungkap profil menteri lengkap dengan gelar akademik yang belum tentu kebenarannya.

Kampus Universitas Nottingham, Inggris. (University of Nottingham)

Najib melempar kritik bahwa beberapa di antaranya tak pernah benar-benar lulus. Kondisi itu memancing komentar dari sana sini. Najib sendiri mengungkapkan keheranannya. Ia jadi bingung siapa yang sebenarnya berbohong antara pejabat negara atau media massanya.

Kritik Najib membawa polemik baru. Politisi Malaysia lainnya bak keluar kandang. Mereka kemudian mempertanyakan status gelar akademik beberapa menteri, termasuk Menteri Keuangan, Lim Guang Eng yang lulus dari Universitas Monash, Australia.

Najib dianggap membuat gaduh. Anggota Parlemen Malaysia, Chong Zhemin ikut angkat bicara. Ia lalu mempertanyakan gelar akademik Najib sebagai sarjana ekonomi lulusan Universitas Nothingham pada 1974.

Chong menuduh gelar yang diraih Najib adalah palsu. Chong meyakini Najib tak lulus ujian akhir. Ia meminta Najib segera membuktikan bahwa ia benar telah lulus dari Nottingham dengan memperlihatkan kepada publik nilai hasil belajar dan ijazahnya.

Chong Zhemin, anggota parlemen Malaysia yang melontarkan kritik soal gelar akademik PM Najib Razak. (Utusan Malaysia)

“Akankah politikus lainnya berani mempertanyakan pada Najib jika ia benar-benar mengikuti ujian akhir dan memperoleh gelarnya? seperti bagaimana ia mempertanyakan para pemimpin Pakatan Harapan?”

“Atau akankah politikus lain tetap diam seperti saat ia menutup mulutnya mengenai masalah 2,6 miliar ringgit yang diterima oleh Najib dan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) senilai 42 miliar ringgit?” kata Chong Zhemin sebagaimana dikutip laman malaysiaworldnews.com, 11 Februari 2019.

Penyataan Chong tak kalah membawa kehebohan. Rakyat Malaysia pun dibuat skeptis dengan meminta Najib untuk segera membuktikan omongan Chong. Polemik itu sampai ke telinga Najib pada 11 Februari 2019.

Najib dengan santai menegaskan bahwa ia benar telah lulus dari Universitas Nottingham pada 1974. Gelarnya sebagai sarjana ekonomi sah. Pernyataan Najib lalu didukung oleh Universitas Nottingham yang menegaskan najib benar lulus pada 1974. Keterangan dari pihak kampus membuat polemik gelar Najib Razak merada.

"Catatan Universitas Nottingham mengonfirmasi bahwa Mohammed Najib Razak lulus dengan gelar BA di bidang Ekonomi Industri pada tahun 1974," tulis peryataan pihak Universitas Nottingham sehari setelah Najib lakukan konfirmasi, sebagaimana dikutip laman malaymail.com, 12 Februari 2019.