YOGYAKARTA - Sebagai orang tua, apakah Anda sering melihat si kecil tiba-tiba berteriak histeris saat tidur? Jika iya, penting bagi Anda untuk segera mengenali apa saja penyebab night terror pada anak agar tidak salah dalam mengambil tindakan.
Kondisi ini sering kali muncul pada fase tidur dalam yang belum sempurna bagi anak. Anda perlu tetap tenang saat menghadapinya karena serangan ini, karena sebenarnya tidak berbahaya.
Penanganan yang tepat akan sangat membantu menjaga kualitas istirahat buah hati Anda.
Mengenal Gangguan Tidur Night Terror
Banyak orang mengira kondisi ini sama dengan mimpi buruk biasa. Padahal, night terror adalah gangguan keturunan di mana anak mengalami semacam mimpi saat berada di fase tidur sangat dalam.
Kondisi ini biasanya terjadi dalam dua jam pertama setelah anak terlelap. Berbeda dengan mimpi buruk, anak yang mengalami serangan ini tidak akan mengingat kejadian apa pun saat mereka terbangun di pagi hari.
Berbagai Faktor Penyebab Night Terror pada Anak
Dilansir dari laman Children's Hospital Colorado, secara medis penyebab night terror pada anak paling utama adalah faktor genetika atau keturunan dari orang tua. Jika Anda memiliki riwayat gangguan tidur serupa, kemungkinan besar anak Anda juga akan mengalaminya.
Faktor pemicu eksternal yang paling sering ditemui adalah kondisi tubuh yang terlalu lelah. Kurang tidur atau pola istirahat yang tidak teratur juga dapat memicu otak mengalami gangguan saat transisi fase tidur.
Selain itu, terdapat beberapa kondisi fisik seperti demam, peradangan, atau efek obat-obatan tertentu juga bisa merangsang munculnya episode ini. Selain itu, kandung kemih yang penuh saat tidur terkadang menjadi pemicu yang jarang disadari oleh orang tua.
Baca juga artikel yang membahas: Apakah Vaksin Campak Gratis? Semua yang Perlu Anda Ketahui
BACA JUGA:
Tanda dan Gejala yang Perlu Anda Perhatikan
Anak yang mengalami night terror biasanya akan terlihat sangat gelisah dan sulit ditenangkan. Mereka mungkin duduk di tempat tidur, berteriak, atau bahkan berlari di dalam kamar dengan mata terbuka lebar.
Yang sering membuat para orang tua takut, meskipun matanya terbuka, anak sebenarnya tidak menyadari kehadiran Anda di dekatnya.
Serangan ini umumnya berlangsung antara 10 hingga 30 menit. Anda tidak perlu panik karena episode ini akan berakhir dengan sendirinya saat anak kembali tenang.
Langkah Penanganan dan Pencegahan
Saat serangan terjadi, jangan mencoba membangunkan anak secara paksa karena akan membuatnya semakin bingung. Pertama, nyalakan lampu untuk mengurangi bayangan yang menakutkan dan bicaralah dengan nada suara yang tenang serta lembut.
Pastikan area di sekitar tempat tidur aman dari benda tajam untuk mencegah cedera. Anda bisa mengarahkan anak kembali ke tempat tidurnya secara perlahan tanpa harus mengguncang tubuh mereka dengan keras.
Untuk pencegahan, pastikan anak Anda memiliki jadwal tidur yang konsisten setiap malam. Jika anak sering mengalami serangan di jam yang sama, cobalah teknik membangunkan mereka 15 menit sebelum waktu serangan biasanya terjadi.
Dengan memahami penyebab night terror pada anak akan membantu Anda tetap tenang dalam mendampingi tumbuh kembang si kecil. Pastikan Anda terus memperbarui informasi seputar kesehatan dan tips pola asuh terkini di VOI.