Bagikan:

JAKARTA - Menjelang Idul Fitri, keinginan untuk tampil maksimal dengan kulit sehat nan glowing biasanya meningkat. Namun, waspadalah! Di tengah tingginya permintaan produk kecantikan, peredaran kosmetik dan skincare ilegal justru semakin rawan.

Guna melindungi konsumen, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi resmi memperketat pengawasan produk kecantikan selama Ramadan 1447 Hijriah ini.

Sasar Toko Offline Hingga Patroli Siber

Kepala BPOM Jambi, Musthofa Anwari, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh melalui dua jalur utama:

Pemeriksaan Sarana Fisik: Tim turun langsung memeriksa toko dan distributor offline untuk memastikan setiap produk yang dipajang memiliki nomor registrasi resmi.

Cyber Patrol & Intelijen: Mengingat tren belanja online yang masif, tim patroli siber secara aktif melacak penjualan kosmetik di media sosial dan marketplace guna menyisir produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Mengapa Produk Bisa Ditarik dari Pasaran?

BPOM tidak segan mencabut izin edar atau memberikan sanksi jika menemukan pelanggaran serius, di antaranya:

Kandungan Berbahaya: Ditemukannya zat dilarang seperti merkuri yang berisiko merusak kulit dan kesehatan jangka panjang.

Ketidaksesuaian Notifikasi: Komposisi bahan asli yang berbeda dari klaim pada kemasan.

Iklan Berlebihan: Klaim hasil instan yang tidak masuk akal atau iklan yang tidak pantas.

Tips Jadi "Beauty Enthusiast" yang Cerdas

Agar ritual skincare Anda selama Ramadan tetap aman, Musthofa mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur janji hasil instan. Berikut langkah praktis untuk memastikan keaslian produk:

Terapkan Cek KLIK: Selalu periksa Kemasan (tidak rusak), Label (informasi jelas), Izin Edar (nomor BPOM), dan Kedaluwarsa.

Manfaatkan Barcode: Cara termudah adalah memindai barcode pada label kemasan. Produk asli akan menampilkan informasi merek yang terdaftar di sistem BPOM, sementara produk palsu tidak akan terbaca.

"Jadilah konsumen cerdas. Pastikan setiap produk yang menyentuh kulit Anda adalah produk yang terjamin keamanan dan mutunya," pungkas Musthofa dilansir dari ANTARA.