Bagikan:

YOGYAKARTA - Banyak orang yang beranggapan bahwa kompres panas dan kompres dingin memiliki fungsi yang sama. Hal inilah yang menjadikan kedua jenis kompres ini sering digunakan sembarangan. Padahal, kompres panas dan kompres dingin mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda. Lantas, apa saja perbedaan kompres hangat dan dingin? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Dilansir dari Healthy, kompres terdiri dari dua jenis, yaitu kompres panas dan kompres dingin. Kompres panas pada umumnya disebut sebagai kompres hangat, sebab suhu yang digunakan untuk mengompres tidak tinggi, yaitu sekitar 380C.

Kompres panas dan kompres dingin mempunyai cara kerja yang berbeda. Penerapannya pun harus dilakukan pada kondisi yang tepat agar dapat bekerja dengan baik untuk mengatasi keluhan yang muncul.

Fungsi dan Cara Menerapkan Kompres Panas

Kompres panas sering diterapkan sebagai cara untuk menurunkan demam. Jenis kompres ini berfungsi menguapkan panas tubuh melalui pori-pori kulit sehingga demam dapat turun.

Kompres panas juga berguna dalam meningkatkan aliran darah, sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan. Oleh sebab itu, kompres ini dapat digunakan sebagai cara untuk menangani berbagai kondisi, misalnya hidung tersumbat, sakit telinga, mata bintitan, nyeri haid, dan otot tegang.

Untuk membuat kompres panas, Anda dapat melakukannya dengan cukup mudah. Langkah pertama, isi botol minum dengan air hangat secukupnya. Selanjutnya, tutup botol tersebut dengan rapat dan tempelkan ke area tubuh yang sakit selama 15–20 menit.

Selain menggunakan botol, kompres panas juga dapat dibuat dengan merendam handuk atau waslap ke dalam baskom yang berisi air hangat. Langkah berikutnya, peras dan tempelkan ke tubuh yang sakit selama 20 menit.

Namun, hal yang harus Anda tahu, sebaiknya hindari penggunaan kompres panas dengan suhu yang tinggi. Suhu maksimal yang disarankan yaitu 380C. Jika melebihi suhu tersebut, kulit Anda berisiko terbakar atau mengalami iritasi.

Perbedaan Kompres Hangat dan Dingin

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kompres hangat dapat meredakan rasa sakit karena melancarkan aliran darah. Sementara itu, kompres dingin bekerja dengan cara sebaliknya.

Kompres dingin bekerja dengan memperlambat aliran darah untuk meredakan peradangan yang meliputi kemerahan di kulit, bengkak, dan nyeri. Beberapa tanda ini biasanya muncul sesaat setelah tubuh cedera atau terluka.

Pada area tubuh yang baru mengalami cedera atau luka, kompres panas tidak dapat ditempelkan langsung. Sebelum mengompres tubuh yang terluka dengan kompres panas, Anda harus memberi jeda sekitar 48 jam.

Berbeda dengan kompres dingin, Anda dapat langsung menerapkannya dan tidak perlu menunggu hingga 48 jam.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ada perbedaan fungsi dan cara kerja kompres hangat dengan kompres dingin untuk meredakan rasa sakit. Sehingga, gunakan kompres ini dengan tepat agar manfaatnya dapat diperoleh dengan maksimal.

Setelah menggunakan kedua kompres tersebut, kulit Anda mungkin akan mengalami kemerahan. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab efek tersebut hanya bersifat sementara.

Demikianlah ulasan mengenai perbedaan kompres hangat dan dingin​ yang dapat diketahui. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+