Bagikan:

YOGYAKARTA -Stroke otak sebelah kiri akan mengakibatkan bagian tubuh sebelah kanan mengalami kelumpuhan. Oleh sebab itu, gerakan terapi bagi pasien stroke sebelah kiri memiliki peran penting untuk memulihkan fungsi tubuh yang terpengaruh. Lantas bagaimana cara terapi stroke lumpuh sebelah kiri? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Cara Terapi Stroke Lumpuh Sebelah Kiri

Dilansir dari laman Healthline, cara terapi stroke lumpuh sebelah kiri dapat dilakukan dengan beberapa gerakan berikut:

Peregangan Tangan

Gerakan ini berguna untuk mengurangi kekakuan otot dan memperbaiki fleksibilitas pada tangan dan pergelangan yang terdampak stroke. Prosedur peregangan tangan umumnya diawali dengan posisi duduk atau berdiri tegak.

Pasien selanjutnya diminta untuk melakukan peregangan dengan menggerakkan tangan yang terkena stroke ke arah yang berkebalikan dengan kelumpuhannya.

Berdiri dengan Satu Kaki

Gerakan terapi stroke sebelah kiri berikutnya yang dapat dilakukan yaitu berdiri dengan satu kaki.

Prosedur gerakan ini diawali dengan cara berdiri tegak, baik dengan berpegangan pada permukaan yang kokoh atau dengan dibantu oleh alat penyangga seperti kursi atau meja.

Pasien selanjutnya mengangkat salah satu kaki dari lantai, dengan sisi tubuh yang terdampak stroke sebagai fokus utama.

Setelah satu kaki diangkat, cobalah ayunkan ke belakang secara perlahan. Gerakan ini berfungsi untuk memperbaiki kontrol postural dan meningkatkan stabilitas, yang kerap kali terganggu setelah stroke.

Jinjit

Jinjit adalah gerakan sederhana yang tanpa disadari sering kita lakukan, ternyata memberikan manfaat besar bagi penyintas stroke sebelah kiri.

Berjinjit dapat melatih proprioception, yaitu kemampuan tubuh untuk merasakan posisi dan pergerakannya sendiri. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan dan mencegah jatuh.

Pasien dapat memulai gerakan ini dengan berpegangan pada permukaan yang kokoh, misalnya kursi atau dinding untuk menjaga keseimbangan.

Selanjutnya, pasien mengangkat tumit dari lantai secara perlahan-lahan, menjaga posisi selama beberapa detik, dan kemudian menurunkannya kembali dengan kontrol.

Gerakan Meremas

Gerakan terapi stroke sebelah kiri selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pasien adalah gerakan meremas benda seperti bola karet, spons, atau bahan yang lain.

Gerakan meremas berfungsi meningkatkan koordinasi dan kontrol otot-otot kecil di tangan yang penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya menulis, makan, dan berpakaian.

Selama menjalankan terapi, pastikan pasien melakukan gerakan meremas dengan perlahan dan stabil. Selain itu, perhatikan juga bahwa pasien merasa nyaman dan tidak mengalami kelelahan berlebihan saat menjalani terapi.

Latihan Pundak

Pasien dapat menerapkannya dengan duduk di kursi atau berdiri di depan meja. Selanjutnya, gunakan sebuah handuk yang diletakkan di atas permukaan meja.

Gerakan awal dilakukan dengan memegang handuk dengan kedua tangan, kemudian menggerakkannya ke depan dan ke belakang seperti sedang mengelap meja.

Proses ini akan melibatkan otot-otot pundak dan lengan untuk menggerakkan handuk dengan tekanan yang cukup, sehingga kekuatan dan fleksibilitas pada lengan yang terkena dampak stroke dapat ditingkatkan.

Selain itu, gerakan tambahan juga dapat dilakukan dengan berdiri di depan cermin. Pasien dapat diinstruksikan agar mengangkat satu sisi pundak secara bergantian ke atas dan memutar ke belakang. Hal ini membantu untuk memperkuat otot-otot pundak dan meningkatkan rentang gerakan mereka.

Duduk dan Berdiri Berulang

Gerakan duduk dan berdiri berulang menjadi salah satu terapi stroke sebelah kiri yang sederhana tetapi bermanfaat dalam meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan berjalan pada sisi tubuh yang terkena dampak stroke.

Gerakan ini dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan peralatan khusus. Prosedur gerakan ini dapat dimulai dengan cara pasien duduk di kursi yang kokoh dan stabil.

Selanjutnya, untuk menjaga keseimbangan, instruksikan pasien untuk berdiri secara perlahan menggunakan bantuan kursi atau meja di depan mereka.

Setelah berdiri, pasien dapat diminta untuk kembali duduk dengan kontrol yang baik, agar menjaga posisi tubuh tetap stabil dan menghindari jatuh.

Latihan Kaki Sembari Duduk

Gerakan berikutnya, untuk memulihkan kondisi fisik, pasien stroke dapat melakukan latihan kaki sembari duduk.

Prosedur latihan ini diawali dengan duduk di kursi yang kokoh atau di tempat tidur. Selanjutnya pasien dapat diinstruksikan untuk menjaga posisi tubuh yang tegak dan nyaman.

Berikutnya, gerakkan kaki dengan cara melipat lutut dan angkat hingga menyentuh bagian perut secara perlahan. Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang hingga beberapa kali.

Jika dilakukan secara konsisten, latihan ini dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan untuk menopang tubuh saat berdiri ataupun berjalan.

Gerakan Menjangkau

Gerakan terapi stroke sebelah kiri yang satu ini diterapkan untuk membantu mengembalikan jangkauan gerak, fungsi motorik halus, dan koordinasi di lengan yang terdampak stroke.

Prosedur gerakan ini dapat diawali dengan pasien duduk di kursi yang kokoh atau berdiri di depan meja. Kemudian, pasien diinstruksikan agar menempelkan lengan yang terkena dampak stroke ke meja atau permukaan datar lainnya.

Selanjutnya, gerakkan tangan seperti sedang menjangkau objek di depan pasien dengan cara meluruskan lengan dan memperpanjang jari-jari.

Gerakan menjangkau juga dapat dikombinasikan dengan menggunakan alat bantu atau peningkatan intensitas untuk menyesuaikan dengan kemampuan individu pasien.

Sebagai contoh, dengan menggunakan beban ringan atau menambah resistensi saat melakukan gerakan menjangkau untuk meningkatkan tantangan pada otot-otot yang terkena dampak stroke.

Itulah ulasan mengenai cara terapi stroke lumpuh sebelah kiri​. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.