JAKARTA - Donald Trump memberikan kabar kesehatan yang terbilang aneh saat menceritakan tentang hasil MRI yang baru saja dijalani.
Kesehatan presiden AS ini menjadi sorotan sejak awal tahun ketika terlihat dengan memar besar di tangannya, yang tampaknya coba ditutupi oleh timnya dengan lapisan makeup tebal.
Selain itu, Trump juga didiagnosis dengan insufisiensi vena kronis (CVI), kondisi yang terjadi ketika vena di kaki rusak sehingga tidak berfungsi normal.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengungkapkan bulan lalu Trump akan mengunjungi Walter Reed National Military Medical Center untuk pemeriksaan kesehatan tahunan. Trump kemudian membenarkan bahwa ia menjalani MRI.
"Saya sudah memberikan hasil lengkapnya. Kami menjalani MRI, mesinnya, semuanya, dan hasilnya sempurna," ujar pemimpin AS berusia 79 tahun ini saat berbicara dengan media di Air Force One pada beberapa minggu lalu, dikutip dari laman Unilad.
Namun Trump menolak menjelaskan alasan di balik pemeriksaan MRI tersebut.
"Tidak ada yang pernah memberi kalian laporan seperti yang saya berikan. Dan jika saya tidak berpikir hasilnya akan baik, saya juga akan memberitahunya secara negatif. Saya tidak akan maju (mencalonkan diri), saya akan melakukan sesuatu," jelasnya.
BACA JUGA:
Ia tampak tidak terlalu khawatir tentang kesehatannya dan menutup pembicaraan dengan menyebut, "Dokter mengatakan ini salah satu laporan terbaik untuk usia saya, salah satu yang terbaik yang pernah mereka lihat."
Trump kemudian kembali berbicara soal kesehatannya di Air Force One pada Jumat (14 November) dan menjelaskan pendapat dokter tentang MRI-nya.
"Saya menjalani MRI," katanya.
Ia menyebut pemeriksaan itu sebagai sangat standar.
"Dokter mengatakan ini hasil terbaik yang pernah ia lihat sebagai seorang dokter. Hasilnya luar biasa," jelasnya.
Ketika ditanya apakah para profesional kesehatan memeriksa otaknya.
"Saya tidak tahu apa yang mereka analisis, tapi apa pun yang mereka analisis, mereka melakukannya dengan baik dan mereka mengatakan saya mendapatkan hasil sebagus yang pernah mereka lihat," bebernya.
Spekulasi mengenai kesehatan Trump sempat memuncak awal tahun ini setelah muncul rumor aneh yang mengatakan ia telah meninggal. Rumor ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk komentar dari Wakil Presiden JD Vance.
Saat itu, Vance menegaskan bahwa ia bisa menjadi presiden jika terjadi tragedi besar.
"Saya sudah banyak belajar selama 200 hari terakhir, tapi presiden dalam kondisi sangat baik. Energinya luar biasa." kata Vance kepada USA Today pada Agustus 2025.
Meski begitu, Trump dengan cepat menutup spekulasi tersebut melalui Truth Social dengan menulis "Tidak Pernah Merasa Lebih Sehat Dalam Hidup Saya."