JAKARTA - Memiliki sekelompok teman yang kompak dapat membuat hidup jauh lebih berwarna. Mereka ada saat kita berada di titik terendah, dan ikut merayakan saat berada di puncak kebahagiaan.
Namun penelitian terbaru menunjukkan manfaat memiliki teman baik ternyata bukan hanya untuk kesehatan mental saja, tapi juga bisa berdampak langsung pada umur panjang dan kesehatan tubuh.
Itulah kesimpulan utama dari sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity-Health. Studi tersebut menemukan adanya hubungan antara dukungan sosial yang kuat sepanjang hidup dengan usia biologis yang lebih muda. Dengan kata lain, menjalin dan menjaga persahabatan bisa membantu memperlambat proses penuaan hingga ke tingkat sel.
Dilansir dari laman Women's Health, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 2.100 orang dewasa yang ikut serta dalam studi Midlife in the United States.
Mereka melihat bagaimana hubungan sosial para peserta berkembang dari waktu ke waktu, lalu membandingkannya dengan tanda-tanda penuaan biologis.
Ada empat aspek dukungan sosial yang menjadi fokus penelitian ini.
1. Kehangatan dan dukungan dari orang tua saat masa kecil
2. Keterlibatan dan rasa terhubung dengan komunitas atau lingkungan tempat tinggal
3. Partisipasi dalam kegiatan keagamaan atau berbasis kepercayaan
4. Dukungan yang terus-menerus dari teman dan keluarga
Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang memiliki dukungan sosial lebih kuat mengalami penuaan epigenetik lebih lambat, artinya gen mereka menua dengan kecepatan lebih rendah. Selain itu, kadar protein interleukin-6 yang terkait dengan peradangan juga lebih rendah pada kelompok ini.
Dalam kesimpulannya, para peneliti menyebut temuan ini menambah bukti sumber daya sosial berperan dalam jalur fisiologis yang membentuk proses penuaan dan kesehatan.
"Penelitian ini menunjukkan dukungan sosial dari teman dan keluarga dapat memperlambat proses penuaan di tingkat molekuler,” ujar Dr. Anthony Ong, penulis utama studi sekaligus profesor psikologi di Cornell University.
Dr. Hillary Ammon, psikolog klinis dari Center for Anxiety & Women’s Emotional Wellness, juga menambahkan persahabatan yang sehat memang erat kaitannya dengan kesejahteraan secara keseluruhan.
BACA JUGA:
"Ketika seseorang memiliki dukungan, baik secara emosional maupun dalam bentuk lain. Kualitas hidup mereka cenderung lebih tinggi,” jelasnya.
"Dari sisi kesehatan mental dan fisik, tidak heran jika orang dengan lingkaran sosial yang kuat hidup lebih lama," tambahnya.
Menurut Ong, jawabannya ada pada konsistensi dukungan sosial dari waktu ke waktu.
"Dukungan yang terus ada sepanjang hidup mencerminkan akses yang berkelanjutan terhadap sumber daya sosial dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kehangatan dari orang tua di masa kecil hingga keterlibatan dalam komunitas di masa dewasa akan saling terhubung dan memperkuat dari waktu ke waktu, lalu tertanam dalam jalur fisiologis yang membentuk kesehatan.
Ammon juga menambahkan, hubungan jangka panjang biasanya lebih dalam dan penuh kepercayaan.
"Meskipun kita selalu bisa membangun pertemanan baru, teman yang sudah kita kenal sejak lama seringkali memberikan rasa aman dan bisa diandalkan,” katanya.
Namun ia menegaskan bahwa tidak masalah jika pertemanan kita masih baru. Hal terpenting adalah rasa keterhubungan itu sendiri.
"Persahabatan jangka panjang hanyalah satu bagian dari puzzle dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik." tutup Ammon.