JAKARTA - Aktris dan presenter, Shahnaz Haque membagikan pengalaman pribadinya saat didiagnosis kanker ovarium ketika usianya 26 tahun. Ia mengatakan bahwa saat itu mengalami gejala awal yakni tidak menstruasi selama tiga bulan.
“Alhamdulillah jenis dan tempat kankernya itu membuat tidak menstruasi. Waktu itu saya tidak menstruasi selama tiga bulan,” kata Shahnaz Haque saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta, pada Kamis, 18 September 2025.
Awalnya Shahnaz tak menyadari kondisi tersebut serius. Sampai pada satu kesempatan saat memandu acara televisi yang bertema kesehatan perempuan ada dokter spesialis kandungan yang menjadi narasumbernya.
Saat itu, Shahnaz berkonsultasi dan mengatakan bahwa ia sudah lama tidak menstruasi. Sang dokter langsung meminta Shahnaz untuk memeriksakan diri, terutama ia juga memiliki riwayat kanker dari sang ibu.
“Saat itu Alhamdulillah aku isi acara TV yang tamunya dokter obgyn. Jadi ketika saya tanya, ini kenapa 3 bulan tidak mensturasi, terus dokter balik nanya keluarga siapa yang punya riwayat kanker. Aku bilang ibuku, jadi sudah langsung periksa,” jelasnya.
Setelah diperiksa, ditemukan adanya benjolan padat termasuk kanker di area ovarium Shahnaz Haque. Ia kemudian menjalani operasi pengangkatan pada tahun 1999.
Dengan pengalamannya tersebut, Shahnaz Haque mengingatkan agar perempuan lebih peka terhadap perubahan tubuh mereka. Ia menekankan pentingnya tidak mengabaikan gejala seperti menstruasi yang tidak teratur atau berhenti dalam waktu lama.
“Jadi kalau misalnya tidak menstruasi, jangan dianggap biasa segera periksa ke dokter obgyn. Lebi dini terdeteksi, lebih besar peluang sembuh dan biaya perawatan juga lebih ringan,” tuturnya.
Selain waspada akan perubahan tubuh, Shahnaz juga mengingatkan akan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Ini bermanfaat terlebih jika dihadapkan dengan penanganan penyakit yang membutuhkan biaya besar.
Seperti produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis dari Zurich bersama Danamon, yang dirancang untuk memberikan proteksi menyeluruh dengan fitur lengkap dan premi terjangkau. Produk ini melindungi nasabah sejak tahap awal, tahap akhir, hingga penyakit terminal, termasuk di antaranya perlindungan terhadap 34 penyakit kritis.
BACA JUGA:
“Biaya pengobatan besar, mula dari konsultasi dokter hingga terapi lanjutan, dapat menguras emosi dan finansial. Oleh karena itu, menurut saya memiliki perlindungan yang tepat, seperti asuransi penyakit kritis sudah menjadi suatu kebutuhan yang wajib disiapkan,” pungkas Shahnaz Haque.