Bagikan:

JAKARTA - Di Desa Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang, satu program unik namun terbukti efektif menurunkan angka stunting yang telah dijalankan, yakni MENU Dahsyat (Dapur Sehat Atasi Stunting).

Desa Jatirejo masuk sebagai salah satu kelurahan fokus intervensi percepatan penurunan stunting Tahun 2025, berdasarkan keputusan Wali Kota Semarang yang menetapkan Jatirejo bersama sejumlah kelurahan lain sebagai prioritas penanganan stunting secara terpadu dan terkoordinasi.

Program ini mengajak ibu-ibu dengan batita dan balita untuk memasak bersama kader desa, sambil dibimbing oleh ahli gizi dari Universitas Diponegoro untuk menyusun menu bergizi namun mudah dibuat.

Setelah memasak, makanan disantap bersama anak-anak dan bisa dibawa pulang agar dapat dicoba di rumah. Setiap sesi masak bareng, para ibu diajak langsung praktek, mulai dari mengenal bahan, cara memasak yang benar, hingga memahami kandungan gizinya.

Anak-anak pun ikut makan bersama, lalu makanannya juga bisa dibawa pulang untuk dicoba ulang di rumah.

Menu disusun sedemikian rupa agar tidak berulang dan tetap menarik, biasanya diperbarui beberapa kali dalam sebulan. Prinsip dasarnya, setiap makanan harus cukup gizi, mudah dibuat, dan ramah kantong.

Menurut ⁠Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng (Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN⁠), keberhasilan program Menu Dahsyat bukan hanya soal angka. Melainkan bagaimana edukasi para ibu untuk bisa memahami pentingnya gizi dan nutrisi anak untuk mencegah stunting di daerah tersebut.

"Pendekatan yang diterapkan mulai dari edukasi, praktik memasak bersama, hingga pemahaman gizi dasar telah berhasil mengubah perilaku ibu-ibu. Mereka kini lebih percaya diri dalam menyajikan makanan sehat untuk anak-anak,” tuturnya di kunjungan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kokolaka, Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kab. Semarang, Jumat, 25 Juli.

Lebih lanjut, fokus utama menu Dahsyat sendiri terletak pada protein hewani dan lemak sehat, dua zat penting untuk tumbuh kembang anak di bawah lima tahun.

"Makanya banyak menu sup seperti sup ayam atau sup ikan. Kandungan lemak dan protein tinggi sangat penting di masa pertumbuhan balita,” ungkap, Ahli Gizi dari UNDIP dalam kesempatan yang sama.

Sayuran tetap diberikan, tapi lebih sebagai pengenalan rasa dan warna. Sementara itu, rempah-rempah lokal digunakan untuk mengganti MSG, dan bahkan kepala udang dimanfaatkan sebagai sumber gizi sekaligus penyedap alami.

Menu Dahsyat adalah bagian dari gerakan lebih luas di Kampung KB. Dari 85 desa dan kelurahan yang ada di Semarang, separuhnya sudah memiliki pokja khusus untuk program ini.

Meski baru mulai diterapkan secara luas sejak 2023, hasilnya sudah terlihat. Stunting menurun, dan ibu-ibu kini lebih percaya diri dalam menghidangkan makanan sehat untuk keluarga.

“Yang paling penting dari semua ini adalah perubahan perilaku. Ibu-ibu sekarang tidak hanya masak, tapi tahu kenapa makanan itu penting untuk tumbuh kembang anak,"

"Cara ini terbukti mengurangi stunting, karena data terbaru menunjukkan Desa Jatirejo sudah zero stunting berkat perilaku masyarkat yang mana mereka jadi pintar memasak. Nantinya dipadukan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang fokus pada ibu hamil dan gizi anak," tutupnya Bonifasius.