Bagikan:

JAKARTA - Profesionalisme bukan lagi sekadar tuntutan formal di instansi pemerintahan, hal ini telah menjadi fondasi utama dalam menjawab kompleksitas tugas dan ekspektasi publik.

Di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), semangat profesionalitas ini makin terasa dalam berbagai aspek, terutama melalui penguatan sumber daya manusia.

Baru-baru ini, sebanyak 132 pegawai resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemendukbangga. Mereka bukan wajah baru, tetapi merupakan tenaga yang selama bertahun-tahun telah menunjukkan dedikasi di balik layar program-program nasional terkait kependudukan dan keluarga.

Pengangkatan tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk nyata dari komitmen kementerian dalam membangun birokrasi yang kuat, transparan, dan akuntabel. Profesionalisme para pegawai ini diharapkan semakin kokoh dengan status baru yang memberikan kejelasan karier dan tanggung jawab lebih besar hingga pelayanan ke masyarakat yang lebih responsif.

Selain PPPK, jajaran manajerial dan fungsional yang turut dilantik menandai upaya serius kementerian dalam menata struktur dan memperkuat efektivitas pelayanan publik. Setiap jabatan yang diemban bukan hanya soal otoritas, tapi juga soal kompetensi dan integritas dalam melaksanakan tugas-tugas strategis.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. Wihaji, dalam arahannya menekankan profesionalisme harus menjadi napas kerja di setiap lini. Tugas di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga memiliki dampak langsung ke masyarakat, sehingga seluruh aparatur diminta bekerja dengan standar tinggi dan kepekaan sosial.

“Ingatlah, setiap kerja keras bapak ibu hari ini akan jadi kebanggaan anak cucu nantinya. Tokoh tokoh besar itu lahir dari orang tua yang berjuang luar biasa, termasuk bapak ibu sekalian. Menurut saya bapak ibu adalah pahlawan kementerian yang hari ini diangkat jadi PPPK,” ungkapnya.

Kemendukbangga, sebagai kementerian yang berurusan langsung dengan aspek paling mendasar dalam pembangunan manusia yaitu keluarga dan kependudukan memiliki mandat besar.

Di sinilah profesionalisme aparatur menjadi sangat menentukan apakah program-program berjalan efektif atau justru kehilangan arah.

"Program-program kita bukan untuk jangka pendek. Semua punya efek panjang pada generasi bangsa. Maka, setiap tugas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan,” ujar Menteri Wihaji.

Pelantikan yang baru saja dilakukan menjadi salah satu momen refleksi penting, pelayanan publik yang berkualitas tidak akan pernah lepas dari kesiapan dan kematangan para pelaksana kebijakan. Pasalnya, wajah kementerian tidak hanya ditentukan oleh nama besar lembaga, tapi oleh kerja nyata para aparatur di dalamnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+