Bagikan:

YOGYAKARTA - Perjalanan jauh seringkali menjadi momen yang dinanti-nantikan, namun terkadang kenyamanan di perjalanan dapat terganggu oleh kebutuhan mendesak untuk buang air besar (BAB). Lantas apakah ada cara menahan bab saat perjalanan jauh?

Artikel ini akan mengulas berbagai strategi dan tips yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi BAB, sembari tetap menjaga kesehatan pencernaan Anda.

Cara Menahan BAB saat Perjalanan Jauh

Dilansir dari laman Medical News Today, untuk menahan buang air besar Anda perlu untuk mengontrol otot-otot anus. Mengerutkan otot-otot tertentu di anus membantu menghentikan keluarnya tinja, sementara melemaskannya memfasilitasi buang air besar.

Untuk mengerutkan otot-otot ini dan menahan pup, seseorang harus mengencangkan bokongnya dengan kuat.

Kiat lain adalah berdiri atau berbaring alih-alih duduk. Hal tersebut lantaran posisi duduk atau jongkok adalah posisi yang lebih alami untuk mengeluarkan tinja.

Posisi duduk dapat memberikan tekanan pada perut, yang membantu buang air besar. Untuk itu dengan berdiri atau berbaring, di sisi lain, mengurangi tekanan pada perut.

Selain itu, pilihan makanan tertentu juga dapat membantu seseorang menahan pup. Misalnya, mereka dapat menghindari makanan tinggi serat sebelum dan selama waktu ketika tidak memungkinkan atau tidak diinginkan untuk buang air besar.

Kemudian Anda juga dapat membatasi atau menghindari minuman yang dapat merangsang buang air besar, seperti kopi atau jus buah.

Lalu jika Anda tahu bahwa tidak akan memiliki akses ke toilet untuk sementara waktu selama perjalanan, maka ada baiknya untuk buang air besar sebelum meninggalkan rumah.

Baca juga artikel kesehatan yang membahas Viral Bayi Diberi Kopi untuk Mencegah Epilepsi, Mitos atau Fakta?

Efek Sering Menahan BAB

National Institute on Aging menjelaskan bahwa menahan buang air besar dapat menyebabkan sembelit jika seseorang menunda pergi ke toilet terlalu lama. Dokter biasanya mendefinisikan sembelit sebagai buang air besar kurang dari tiga kali seminggu atau tinja yang sudah untuk dikeluarkan.

Sembelit dapat menyebabkan nyeri atau tekanan di perut dan mengakibatkan terbentuknya tinja yang keras atau menggumpal. Seseorang mungkin perlu mengejan saat buang air besar.

Jika sembelit berlanjut selama beberapa minggu, kondisi ini dikenal sebagai sembelit kronis.

Impaksi feses dan Perforasi Gastrointestinal

Kemudian orang yang terus menahan tinja sambil tetap makan seperti biasa berisiko mengalami impaksi feses, yang merupakan kondisi serius di mana massa tinja yang keras dan kering tersangkut di usus besar atau rektum.

Impaksi feses dapat menyebabkan sakit perut dan kembung, mual, dan kehilangan nafsu makan. Tinja cair juga dapat bocor dari rektum.

Sementara itu, perforasi gastrointestinal adalah robekan yang terjadi di usus. Kondisi ini sangat menyakitkan dan merupakan keadaan darurat medis. Perforasi dapat terjadi akibat tekanan sejumlah besar tinja yang tertahan karena impaksi fekal (penumpukan tinja yang keras dan sulit dikeluarkan).

Jika seseorang tidak segera mendapatkan penanganan medis, perforasi akan menyebabkan materi feses mengalir ke dalam rongga perut, yang dapat menyebabkan infeksi bakteri yang mengancam jiwa.

Kemudian Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menahan buang air besar dapat meningkatkan risiko masalah lain, seperti:

  • Apendisitis
  • Penyakit usus fungsional
  • Wasir (hemoroid)
  • Kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan otot di rektum, yang mengakibatkan tubuh berhenti merespons dorongan untuk buang air besar.

Selain cara menahan bab saat perjalanan jauh , ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+