JAKARTA – Meta berupaya membela diri dari tuduhan monopoli dengan berbagai cara, salah satunya dengan membandingkan data penggunaan aplikasi di iOS. Ternyata, tindakan ini dikritik oleh pihak Apple.
Sebenarnya, tak ada yang salah dari data yang dibagikan Meta karena Apple membagikan data internalnya secara sukarela. Namun, berdasarkan temuan The Verge, Meta menyembuyikan persentase yang sebenarnya sehingga data asli Apple terkuak.
Hal ini menarik amarah Apple. Menurut pengacara produsen iPhone tersebut, Meta telah membuat kesalahan yang sangat parah. Dengan terkuaknya data internal Apple, perusahaan itu mengaku tidak bisa mempercayai Meta lagi.
Mereka tidak akan membagikan data internal lainnya kepada Meta di masa depan. Bukan hanya Apple yang mengkritik kelalaian Meta, Snap dan Google juga memberikan pernyataan yang sama. Bahkan, Google menyalahkan Meta karena membuat kesalahan yang fatal.
BACA JUGA:
Data asli Meta berhasil terungkap setelah The Verge menyadari bahwa slide presentasi yang Meta paparkan merupakan hasil penyuntingan. Ketika lapisan PDF-nya dibongkar, data asli yang tidak disunting akan muncul.
Jika ditelaah lebih lanjut, data asli yang terungkap justru tidak begitu menarik. Data tersebut hanya menunjukkan bahwa 88 persen pemilik iPhone di AS telah menggunakan aplikasi iMessage dalam seminggu terakhir.
Namun, bagi Apple, data ini mungkin sangat penting. Terlebih lagi, Apple tidak pernah mengungkapkan persentase penggunaan iMessage. Sejumlah pihak mungkin tidak menduga bawa penggunaan iMessage sangat tingggi di iOS.