Bagikan:

JAKARTA - Sentuhan sensual memang dibutuhkan untuk membangun koneksi dengan pasangan. Baik pria maupun wanita membutuhkan sentuhan sensual dari pasangannya, tetapi pria disebut lebih membutuhkannya.

Dikutip dari Men’s Health, pada Kamis, 22 Januari 2026, secara fisiologis sentuhan sensual dapat membantu mengatur hormon stres, meningkatkan suasana hati, memperdalam hubungan emosional, dan meningkatkan kesadaran tubuh secara keseluruhan.

Namun, sentuhan sensual dapat membantu pria keluar dari mode kinerja dan masuk ke tubuh mereka, yang pada gilirannya mengurangi kinerja dan disfungsi ereksi terkait,” kata pelatih somatik dan keintiman, Court Vox.

Sentuhan sensual menjadi salah satu cara utama pria merasakan cinta dan gairah, sehingga pasangannya yang memahami hal ini dapat membantu meningkatkan keharmonisan hubungan.

Adapun sentuhan sensual tersebut tidak selalu harus bermakna untuk seksual. Ada juga sentuhan non-seksual, seperti pijatan lembut, pelukan, mengusap rambut, yang juga dibutuhkan pria untuk merasakan kasih sayang dan dukungan emosional.

Sentuhan penuh kasih seperti pelukan juga dapat membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin yang menciptakan rasa aman dan tenang pada pria.

“Ketika pria mulai menemukan sentuhan sensual, sentuhan lambat, disengaja, tanpa tekanan yang secara inheren tidak seksual, mereka merebut kembali akses ke koneksi keamanan dan bahkan kesenangan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk sentuhan seksual yang berkaitan dengan seksual, pria cenderung menyukai sentuhan yang lebih agresif, khususnya di pusat kenikmatan.

Terdapat beberapa area sensitif pada pria yang snagat responsif terhadap sentuhan seksual. Mulai dari tengkuk dan leher, pundah, perineum (area di antara testis dan anus), hingga kepala penis.