Bagikan:

JAKARTA - Orgasme pada pria sebenarnya bukan proses sederhana seperti yang dianggap selama ini. Pakar menyebutkan bahwa pria bisa mengalami berbagai jenis orgasme, dengan sensasi dan mekanisme yang berbeda-beda.

Terapis seksual sekaligus perawat spesialis, Lorraine Grover, mengatakan bahwa setidaknya terdapat lima jenis orgasme yang dialami pria. Menariknya, variasi orgasme ini tidak hanya berkaitan dengan kenikmatan seksual, tetapi juga memberikan dampak pada kesehatan, termasuk penurunan risiko kanker prostat.

“Banyak pria tidak menyadari bahwa orgasme tidak selalu harus disertai ereksi atau ejakulasi,” kata Grover, dikutip dari Unilad, pada Rabu, 24 Desember 2025.

“Setiap tubuh berbeda. Ada yang lebih peka secara fisik atau emosional, sementara yang lain membutuhkan waktu, dukungan, atau kondisi kesehatan yang lebih baik. Kuncinya bukan membandingkan diri, tapi rasa ingin tahu,” tambahnya.

Adapun beberapa jenis orgasme pada pria tersebut dapat Anda simak di bawah ini.

1. Orgasme dengan ejakulasi

Orgasme dengan ejakulasi adalah orgasme yang paling dikenal. Sensasinya berupa pelepasan ketegangan yang singkat dan berirama. Meski umum, hanya sekitar 60 persen pria yang selalu mencapainya dalam setiap aktivitas seksual.

2. Orgasme panggul

Jenis yang satu ini bergantung pada kontraksi otot dasar panggul dan dapat terjadi dengan sedikit atau tanpa sentuhan langsung. Sensasinya berupa denyutan internal di area tubuh bagian bawah dan bisa terjadi tanpa ejakulasi.

3. Orgasme campuran

Orgasme merupakan kombinasi stimulasi penis dan prostat, yang menghasilkan sensasi berlapis dan lebih dalam. Latihan mengontrol ejakulasi dan otot panggul dapat membantu mencapainya.

4. Orgasme kering

Tak hanya wanita, pria juga bisa mencapai orgasme tanpa ejakulasi. Sensasinya tetap terasa, meski intensitasnya lebih rendah dan waktu pemulihannya lebih cepat.

5. Orgasme ganda

Meskipun jarang terjadi, sebagian pria memang mampu mengalami lebih dari satu orgasme dalam satu sesi hubungan seks. Hal ini cukup menantang, karena umumnya mengalami fase refrakter, yakni periode saat tubuh kurang responsif pada ransangan seksual.