Bagikan:

JAKARTA - Generasi Z atau gen Z mengalami beberapa masalah dalam kehidupan seksual mereka.

Menurut survei Kinsey Institute dan Lovehoney tahun 2021, satu dari empat orang dewasa Gen Z di Amerika Serikat mengatakan mereka belum pernah berhubungan seks dengan pasangan.

Meski demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki pengalaman seksual sama sekali. Ini karena banyak dari mereka yang mengekspresikan pengalaman seksual dengan cara berbeda.

“Jadi, ketika orang dewasa muda mengatakan mereka tidak berhubungan seks, ini tidak berarti bahwa mereka tidak berpengalaman secara seksual. Sebaliknya, banyak dari mereka tampaknya mengekspresikan seksualitas mereka dengan cara yang berbeda, dan semakin banyak itu melalui koneksi internet,” kata peneliti seks, Justin Lehmiller, dikutip dari Huffpost, pada Jumat, 21 November 2025.

Namun, menurut terapis yang menangani pasien gen Z terkait seksual, mereka ternyata memiliki beberapa masalah dalam hal tersebut. Adapun masalah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Sulit komunikasikan batasan dan keinginan dengan pasangan

Meskipun kaum muda cenderung menganut nilai-nilai seperti persetujuan, otonomi tubuh, dan kesenangan, terapis Keanu Jackson dari New York City mengatakan ia melihat sejumlah klien Gen Z terus kesulitan mengekspresikan batasan dan keinginan mereka dalam hubungan.

“Hal ini terutama terjadi ketika terdapat perbedaan kekuatan yang jelas dalam hubungan dan perilaku yang mengendalikan,” kata Jackson.

2. Akses mudah terhadap konten seksual

Akses yang mudah untuk konten seksual di internet juga memberikan masalah pada kehidupan seksual gen Z saat ini. Ini dapat membentuk persepsi dan perilaku seksual yang berisiko karena belum adanya pendampingan dan kesiapan mental yang memadai.

3. Terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan reproduksi

Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi juga menjadi masalah bagi seksual gen Z. Akses yang kurang tersebut membuat remaja kesulitan membuat keputusan yang aman dan bertanggung jawab terhadap kesehatan mereka.

Hal ini membuat banyak gen Z melakukan keputusan yang salah dalam aktivitas seksual mereka. Ini dapat berpengaruh pada kehidupan mereka ke depannya, seperti kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual (IMS) yang tidak teratasi dengan baik.