JAKARTA - Kesehatan seksual sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal hal itu menjadi bagian penting dari kesejahteraan tubuh dan pikiran.
Banyak orang memilih diam ketika mengalami masalah intim, dengan harapan keluhan itu hilang dengan sendirinya. Sayangnya, sikap ini justru bisa membuat masalah semakin parah dan berujung pada gangguan kesehatan serius.
Dr. Priya Gupta, Konsultan Senior Obstetri dan Ginekologi di Cocoon Hospital, Jaipur, mengingatkan bahwa ada sejumlah tanda awal yang tidak boleh diabaikan. Berikut 5 tanda awal kesehatan seksual yang buruk, seperti dilansir dari laman The Health Site.
1. Nyeri atau Ketidaknyamanan saat Berhubungan
Menurut Dr. Gupta, rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan intim adalah salah satu tanda yang paling sering diabaikan.
"Beberapa sinyal kecil tapi penting dari kesehatan seksual yang buruk adalah rasa sakit yang konsisten ketika berhubungan. Ini bisa disebabkan infeksi, masalah hormon, atau gangguan ginekologi maupun urologi yang tidak terdeteksi. Hal paling penting adalah jangan berharap rasa sakit itu hilang sendiri. Segera konsultasi dengan tenaga medis," jelasnya.
2. Kehilangan Hasrat atau Sulit Terangsang
Penurunan drastis keinginan berhubungan seksual atau tiba-tiba tidak mampu merasakan gairah juga perlu diperhatikan. Meski sering dikaitkan dengan stres, rutinitas baru, atau kelelahan, kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti defisiensi hormon, efek samping obat, hingga gejala awal penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan kardiovaskular.
3. Perubahan Cairan, Bau, atau Munculnya Luka di Area Kelamin
Perubahan pada tubuh, seperti keputihan tidak normal, bau menyengat, luka, atau bercak di area genital, tidak boleh dianggap remeh. Kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit menular seksual yang bila tidak ditangani, berpotensi memengaruhi kesuburan, hingga menyebabkan kerusakan permanen.
SEE ALSO:
4. Gangguan Arousal dan Pelumasan
Kesulitan ereksi pada pria atau kurangnya pelumasan pada wanita juga bisa menjadi gejala awal masalah kesehatan seksual. Dr. Gupta menekankan hal ini sering berhubungan dengan faktor pembuluh darah, hormonal, maupun psikologis, sehingga perlu diidentifikasi sejak dini.
5. Nyeri Panggul, Testis, atau Infeksi Saluran Kemih
Wanita yang mengalami infeksi saluran kemih berulang atau nyeri panggul, serta pria mengalami nyeri pada testis, sebaiknya tidak menunda pemeriksaan medis. Kondisi ini kerap diabaikan, padahal bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan seksual dan reproduksi.
Jangan Abaikan Kesehatan Mental dan Emosional
Selain fisik, kesehatan mental juga berperan besar. Stres, kecemasan, hingga konflik yang tidak terselesaikan dapat memengaruhi kehidupan seksual.
"Penting untuk memberi perhatian pada kesehatan mental sama seperti memeriksakan kondisi fisik. Jangan ragu mencari bantuan profesional dari konselor atau psikiater bila diperlukan, karena keputusan ini bisa sangat berdampak pada kualitas hidup." tutur Dr. Gupta.