Bagikan:

JAKARTA - HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak diobati. Meskipun HIV dapat menimbulkan gejala di seluruh tubuh, ada beberapa tanda awal yang dapat muncul secara khusus pada area kelamin pria.

Mengetahui gejala ini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Berikut ciri-ciri HIV yang muncul di kemaluan pria, seperti dilansir dari laman WebMD.

1. Luka di Penis

Salah satu ciri paling umum dari HIV yang muncul di kemaluan pria adalah luka terbuka pada penis. Luka ini biasanya terasa nyeri, berwarna merah atau memiliki permukaan putih, dan muncul berulang kali meskipun sudah sembuh

Luka atau borok di area genital bisa menjadi gejala awal HIV atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Segera periksakan diri jika Anda mengalami kondisi ini. Luka ini bisa juga muncul di anus atau sekitar pangkal paha dan biasanya sulit sembuh tanpa pengobatan.

2. Ruam atau Iritasi Kulit di Sekitar Alat Kelamin

Ruam pada kulit penis atau sekitar kemaluan bisa menjadi gejala HIV. Ruam ini biasanya berbentuk bintik merah atau keunguan, terasa gatal atau panas, dan tidak kunjung hilang dengan pengobatan biasa. Ruam ini bisa muncul akibat reaksi imun terhadap infeksi HIV atau efek samping dari infeksi sekunder lainnya.

3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Selangkangan

Kelenjar getah bening yang membengkak di area selangkangan dapat terasa seperti benjolan lunak di bawah kulit. Ini merupakan respons tubuh terhadap infeksi.

HIV dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di beberapa bagian tubuh, termasuk selangkangan, akibat meningkatnya aktivitas sistem imun dalam melawan virus.

4. Nyeri atau Terbakar saat Buang Air Kecil

Meski sering dikaitkan dengan infeksi saluran kemih atau IMS seperti gonore dan klamidia, nyeri saat buang air kecil juga bisa muncul pada pria yang terinfeksi HIV, terutama jika sistem imun sudah mulai melemah. Sensasi ini bisa berupa rasa terbakar saat kencing, kencing lebih sering dari biasanya, dan urin keruh atau berbau menyengat.

5. Gangguan saat Ejakulasi

Pria dengan HIV yang sudah berkembang lebih lanjut bisa mengalami nyeri saat ejakulasi, penurunan jumlah sperma, kualitas sperma menurun, dan disfungsi ereksi akibat gangguan hormon (terutama rendahnya testosteron).

Gangguan ini juga dapat menjadi pertanda hipogonadisme, yaitu kondisi ketika testis tidak memproduksi hormon testosteron dengan cukup.

6. Infeksi Jamur atau Keputihan pada Pria

Meski keputihan lebih umum terjadi pada wanita, pria juga bisa mengalami keluarnya cairan putih dari penis jika mengalami infeksi jamur atau IMS.

Pria dengan HIV lebih rentan terhadap infeksi seperti kandidiasis (infeksi jamur), yang bisa menyebabkan cairan kental putih di ujung penis, rasa gatal atau terbakar, dan kulit penis tampak kemerahan dan mengelupas.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, terutama setelah melakukan hubungan seksual tanpa kondom atau berisiko tinggi, segera konsultasikan ke dokter. Tes HIV adalah satu-satunya cara pasti untuk mengetahui apakah Anda terinfeksi.

HIV bisa tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Namun, gejala pada alat kelamin sering kali menjadi sinyal awal tubuh bahwa ada yang tidak beres.

HIV memang belum bisa disembuhkan, tetapi pengobatan antiretroviral (ART) bisa menekan jumlah virus dalam tubuh hingga tidak terdeteksi, menjaga sistem imun, dan mencegah perkembangan menjadi AIDS.

Langkah Pencegahan Penting:

- Gunakan kondom saat berhubungan seksual

- Lakukan tes HIV secara rutin

- Hindari berbagi jarum suntik

- Pertimbangkan profilaksis pra-paparan (PrEP) jika Anda memiliki risiko tinggi tertular.