JAKARTA - Demi hamil dan memiliki keturunan, tak jarang suami istri menghitung masa subur untuk melakukan hubungan intim. Namun, sebenarnya tak perlu selalu menghitung masa subur agar hubungan intim yang dilakukan membuahkan kehamilan.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr. Boy Abidin, SpOG, Subsp. FER, mengatakan bahwa hubungan intim demi kehamilan dapat dilakukan tepat setelah perempuan selesai menstruasi.
“Sekarang konsepnya adalah begitu dia (perempuan) bersih haid, begitu dia boleh melakukan aktivitas suami istri, lakukanlah,” kata Dokter Boy, di acara peluncuran website bicaraperempuan.com oleh Bayer, di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 21 April 2025.
Hubungan intim dapat dilakukan sekali dalam dua atau tiga hari. Menurut Dokter Boy, sperma bisa bertahan dua sampai tiga hari di organ reproduksi wanita. Sel sperma bisa membuahi sel telur wanita yang matang dan membentuk janin.
“Jadi begitu ada sperma dikeluarkan, dia akan tetap bertahan di sana selama 72 sampai 78 jam. Begitu ada sel telur yang matang, maka bisa dibuahi,” tuturnya.
BACA JUGA:
Dokter Boy juga mengingatkan hubungan intim sebaiknya cukup dilakukan selama dua atau tiga hari sekali. Hubungan intim dengan jangka waktu tersebut harus dilakukan secara rutin hingga perempuan mengalami menstruasi kembali.
Tidak disarankan hubungan intim dilakukan setiap hari karena dapat menurunkan kualitas sperma. Kualita sperma yang buruk dapat membuat proses pembuahan terhalang.
“Dua tiga hari sekali, sampai datang haid berikutnya,” tuturnya.
“Ibu mau hamil, sudah sering saja melakukan hubungan intim gitu ya. Dua tiga hari sekali, jangan tiap hari juga, karena tiap hari kualitas spermanya akan menurun,” pungkas Dokter Boy.