JAKARTA - Orgasme adalah puncak dari rangsangan seksual yang melibatkan berbagai perubahan di tubuh, mulai dari lonjakan hormon hingga kontraksi otot. Meskipun hanya berlangsung dalam hitungan detik, efeknya dapat dirasakan secara fisik dan emosional.
Berikut 6 hal yang terjadi pada tubuh saat orgasme, seperti dilansir dari laman Daily Mail.
1. Detak Jantung Meningkat
Salah satu perubahan paling jelas saat orgasme adalah peningkatan detak jantung. Saat gairah meningkat, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatik yang bertanggung jawab atas respons lawan atau lari. Hormon seperti adrenalin dan oksitosin dilepaskan, menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan napas menjadi lebih cepat. Aliran darah ke berbagai organ meningkat untuk mempersiapkan tubuh mencapai puncak kenikmatan. Setelah orgasme, detak jantung kembali turun dengan cepat, memberikan efek relaksasi.
2. Otak Dipenuhi Hormon Kebahagiaan
Saat mencapai orgasme, otak mengalami lonjakan hormon yang meningkatkan perasaan senang dan mengurangi stres.
- Dopamin, hormon yang terkait dengan motivasi dan kesenangan meningkat tajam dapat memberikan sensasi kenikmatan yang intens.
- Endorfin, zat kimia alami penghilang rasa sakit, dilepaskan. Hal ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan rasa nyaman.
- Oksitosin, dikenal sebagai 'hormon cinta', memperkuat ikatan emosional dengan pasangan dan menumbuhkan rasa percaya.
Gabungan hormon-hormon ini membantu menciptakan perasaan euforia dan kepuasan setelah orgasme.
3. Kontraksi Otot di Seluruh Tubuh
Orgasme memicu kontraksi otot di berbagai bagian tubuh. Pada wanita, otot-otot di vagina dan rahim berkontraksi, sering kali disertai dengan punggung yang melengkung dan jari kaki mengencang. Sementara pria, kontraksi terjadi di panggul untuk mendorong sperma keluar, sementara otot anus dan rektum juga ikut berkontraksi. Pernapasan menjadi lebih cepat dapat menyebabkan kontraksi otot diafragma dan otot di antara tulang rusuk. Kontraksi ini berperan dalam menentukan intensitas dan durasi orgasme.
4. Rasa Takut dan Cemas Hilang
Saat orgasme terjadi, tubuh mengalami perubahan kimia yang membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
- Prolaktin meningkat dapat memberikan perasaan puas dan rileks.
- Vasopresin, hormon yang berperan dalam ikatan emosional dan pengaturan tekanan darah. Ini juga meningkatkan dan memperkuat rasa keterikatan dengan pasangan.
- Ghrelin, hormon yang memicu rasa lapar meningkat setelah orgasme. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa orang merasa ingin makan setelah berhubungan seks.
Hormon-hormon ini bekerja sama untuk menciptakan perasaan tenang dan nyaman setelah orgasme.
BACA JUGA:
5. Kulit Memerah dan Tubuh Menjadi Hangat
Saat orgasme, aliran darah meningkat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah melebar. Wajah, dada, dan punggung sering kali menjadi lebih merah akibat peningkatan aliran darah. Tubuh menjadi lebih hangat, dan kelenjar keringat mulai aktif.
Efek ini biasanya berlangsung sebentar dan akan mereda setelah tubuh kembali ke kondisi normal.
6. Pupil Mata Membesar
Pada puncak orgasme, tubuh melepaskan adrenalin yang menyebabkan pupil mata melebar. Hal ini membantu meningkatkan penglihatan dan bisa menjadi isyarat nonverbal bahwa seseorang sedang mengalami gairah tinggi. Secara evolusi, pelebaran pupil mungkin berfungsi sebagai sinyal daya tarik bagi pasangan.