JAKARTA - Legenda Newcastle United dan Tim Nasional Inggris, Alan Shearer, meyakini perilaku Alexander Isak yang memaksakan kepindahan ke Liverpool merupakan citra buruk bagi sepak bola.
Isak mogok kerja demi mewujudkan transfer yang memecahan rekor Liga Inggris senilai 125 juta pound (sekitar Rp2,7 triliun) ke Liverpool pada Senin, 1 September 2025.
Dia juga tak masuk skuad Newcastle sepanjang tiga pertandingan Liga Inggris 2025/2026 yang sudah dilakoni.
"Saya tidak suka bagaimana hal itu berakhir. Saya rasa tidak pernah benar jika seorang pemain mogok kerja dan menolak bermain untuk klub sementara Anda dibayar serta memiliki kontrak."
"Saya memahaminya dari sisi sebaliknya, ketika sebuah klub ingin menyingkirkan Anda, tetapi mereka tetap membayar gaji Anda. Ketika Anda menandatangani kontrak, Anda wajib memenuhinya," ujar Shearer dilansir ESPN.
また読む:
Mantan kapten Timnas Inggris itu menambahkan bahwa Isak pasti punya alasan tersendiri melakukan hal itu. Apalagi, jika hal itu terkait persaingan memperebutkan trofi lebih besar.
"Alexander Isak adalah pemain bagus, bergabung klub sepak bola hebat yang pasti akan bersaing memperebutkan semua trofi besar."
"Namun, seperti yang saya katakan, saya tidak suka bagaimana itu terjadi. Dia pasti punya alasannya sendiri."
"Kita bisa berterima kasih kepadanya atas apa yang dia lakukan di Newcastle United, tetapi situasinya memang kacau sepanjang musim panas."
"Saya rasa itu tidak ada gunanya bagi siapa pun. Ini benar-benar buruk bagi sepak bola dan bagi para suporter karena mereka yang membayar, yang membuat pertandingan kita menjadi luar biasa."
"Sama sekali tidak bagus ketika Anda dibayar oleh klub dan menolak bermain. Akhirnya, dia pindah ke Liverpool, itulah yang dia inginkan," tutur Shearer lagi.
Sepanjang membela Newcastle United sejak kedatangannya yang memecahkan rekor transfer klub pada Agustus 2022, Isak banyak membantu klub.
Dia membawa The Magpies kembali ke Liga Champions dan memenangi trofi dalam lebih dari 70 tahun (juara Carabao Cup 2024/2025).
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)