シェア:

JAKARTA - SpaceX bersiap melantai di bursa saham Amerika Serikat dengan valuasi sekitar US$1,75 triliun. Rencana ini bisa membuat Elon Musk makin dekat menjadi triliuner.

Menurut laporan The Guardian dikutip Jumat, 22 Mei, perusahaan roket dan satelit milik Musk itu membuka prospektus investor pada Rabu. Untuk pertama kalinya, SpaceX juga mengungkap rincian kondisi keuangannya.

SpaceX berencana masuk Nasdaq dengan kode saham SPCX, kemungkinan pada 12 Juni. Perusahaan itu membidik investasi hingga US$80 miliar.

Dengan kurs sekitar Rp17.700 per dolar AS, valuasi US$1,75 triliun itu setara kira-kira Rp30.975 triliun. Sementara target investasi US$80 miliar setara sekitar Rp1.416 triliun.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pembuat roket paling menonjol di dunia. SpaceX juga memiliki banyak kontrak dengan pemerintah Amerika Serikat.

Dokumen IPO itu sebelumnya diajukan secara rahasia pada bulan lalu. Pengajuan itu memberi waktu bagi regulator untuk meninjau dokumen sebelum rinciannya dibuka ke publik.

Dalam dokumen tersebut, SpaceX menyebut misinya adalah membangun sistem dan teknologi agar kehidupan manusia bisa menjadi multiplanet, memahami alam semesta, dan “memperluas cahaya kesadaran menuju bintang-bintang”.

Sejak berdiri pada 2002, SpaceX tumbuh menjadi aset paling bernilai dalam kerajaan bisnis Musk. IPO ini berpeluang membuat Musk, yang menurut Forbes memiliki kekayaan bersih US$807 miliar, makin dekat menjadi triliuner.

Prospektus itu juga membuka sisi keuangan SpaceX yang selama ini tertutup. Perusahaan menggelontorkan miliaran dolar untuk kecerdasan buatan atau AI. Belanja modalnya tahun lalu lebih dari US$20 miliar, sementara pendapatan pada 2025 mencapai US$18,7 miliar.

Pada tiga bulan pertama 2026, SpaceX mencatat rugi lebih dari US$4,2 miliar.

Bisnis terkuat SpaceX saat ini berasal dari segmen konektivitas, termasuk layanan internet satelit Starlink. Segmen ini menghasilkan pendapatan lebih dari US$3,2 miliar pada Januari hingga akhir Maret 2026. Sepanjang 2025, pendapatannya mencapai US$11,4 miliar.

Selama bertahun-tahun, SpaceX dikenal dengan misi membawa manusia ke Mars. Namun, dokumen itu menunjukkan fokus perusahaan juga melebar ke pusat data di orbit untuk menopang ledakan AI dan perluasan layanan Starlink.

Pada Februari, SpaceX juga mengakuisisi xAI, perusahaan AI milik Musk.

Pengumuman ini muncul setelah Musk kalah dalam perkara hukum melawan OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman. Setelah persidangan tiga pekan, juri federal menyatakan Altman dan OpenAI tidak bertanggung jawab atas tuduhan Musk terkait pelanggaran perjanjian pendirian perusahaan dan dugaan memperkaya diri secara tidak adil.

Prospektus SpaceX mencantumkan OpenAI dan Anthropic sebagai pesaing utama. Ini menunjukkan bisnis SpaceX tidak lagi hanya bertumpu pada roket dan satelit, tetapi juga terkait AI, data, dan internet luar angkasa.

Ketiga perusahaan itu disebut bersiap melantai di bursa tahun ini dengan valuasi ratusan miliar hingga lebih dari satu triliun dolar AS. Rangkaian IPO tersebut disebut menjadi salah satu periode penawaran saham perdana terbesar dalam sejarah pasar.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)