JAKARTA - China pada Hari Jumat mengatakan "senang" melihat kelanjutan komunikasi antara Rusia dan Amerika Serikat terkait perang di Ukraina, yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.
Beijing "mendukung semua upaya yang kondusif bagi penyelesaian krisis secara damai," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Chia Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, melansir Anadolu 17 Oktober.
Lin menanggapi pertanyaan tentang rencana Presiden AS Donald Trump untuk bertemu dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin di Hongaria dalam dua minggu ke depan.
Tiongkok "senang melihat Rusia dan AS tetap berhubungan, meningkatkan hubungan mereka, dan memajukan penyelesaian politik krisis Ukraina," tambah Lin.
Sebelumnya, Presiden Trump mengatakan pada Hari Kamis bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akan bertemu minggu depan untuk menetapkan waktu dan tempat pertemuan presidensial.
Kedua pertemuan tersebut dibahas secara publik setelah Presiden Trump dan Presiden Putin melakukan panggilan telepon bilateral pada Hari Kamis.
また読む:
"Mungkin sudah direncanakan. Mereka sudah berbicara," kata Presiden Trump kepada wartawan di Ruang Oval, merujuk pada pertemuannya yang diperkirakan akan berlangsung dengan Presiden Putin.
Rencananya, pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Putin akan digelar di ibu kota Hongaria, Budapest.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)