YOGYAKARTA - Ada banyak teknik melukis yang dapat dikuasai bagi siapa pun yang sedang mempelajari seni lukis. Salah satunya yaitu teknik menggambar dengan cara memberi titik-titik pada objek gambar. Teknik melukis dengan cara membuat titik-titik pada bidang lukis disebut pointilis.
Teknik pointilis tersusun atas banyak titik kecil hingga membentuk objek tertentu. Kunci dari teknik pointilis ini yaitu terletak dari jarak lebar antara titik-titik. Melukis dengan menggunakan teknik ini akan menghasilkan gradasi warna yang unik sekaligus indah.
Teknik Menggambar dengan Cara Memberi Titik-Titik pada Objek Gambar (Pointilis)
Ada banyak jenis teknik yang bisa dipilih dalam melukis. Teknik melukis atau menggambar dengan cara membuat titik-titik pada bidang lukis atau objek gambar disebut pointilis.
Dikutip dari buku Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual (DKV): Panduan Lengkap untuk Memasuki Dunia Kreatif Visual, Mamis, et al (2023), pointilis yaitu teknik menggambar dengan titik-titik untuk menghasilkan kesan gelap terang pada objek gambar.
Dibandingkan dengan teknik menggambar yang lain, teknik pointilis dapat dikatakan sebagai teknik yang sangat unik. Berbeda dengan metode tradisional yang mengombinasikan warna pada palet terlebih dahulu, teknik ini menggabungkan seluruh titik agar menghasilkan sebuah warna tertentu.
Kerapatan titik dapat menjadi penentu gelap atau terangnya sebuah objek. Titik-titik yang kecil dibuat sehingga warna dapat bercampur secara visual dan menghasilkan kesan yang halus.
Jenis-Jenis Teknik Pointilis
Dalam teknik pointilis ini, ada beberapa variasi yang dapat Anda temui, misalnya:
- Pointilis Linear: Menggunakan susunan titik dalam garis-garis tertentu untuk menonjolkan bentuk dan tekstur gambar.
- Pointilis Monokromatik: Menggunakan satu warna saja untuk menghasilkan gambar dengan berbagai tingkat kerapatan titik, sehingga menghasilkan efek gradasi dan bayangan.
- Pointilis Polikromatik: Menggunakan beragam warna, pada umumnya warna-warna kontras, untuk menghasilkan ilusi optik yang lebih dinamis dan realistik.
Memahami Sejarah Teknik Pointilisme
Teknik pointilis atau pointilisme banyak dimanfaatkan oleh seniman untuk menghasilkan karya yang unik. Ternyata teknik ini sudah ada sejak lama. Beberapa sumber menyebutkan bahwa teknik pointilisme sudah ada sejak tahun 1886. Adapun pelopor teknik ini yaitu Georges Seurat dan Paul Signac.
Georges Seurat dikisahkan mempunyai banyak karya lukis. Karya lukis Seurat di tahun 1884-1886 yang paling terkenal berjudul Un Dimanche a la Grande Jatte atau dalam bahasa Indonesia adalah Minggu Sore di Pulau La Grande Jatte.
Seniman terkenal Vincent Van Gogh juga ternyata sempat menggunakan teknik ini. Lukisannya yang menggunakan pointilis yaitu Starry Night.
Selain itu, rekan seniman yang lain, misalnya John Roy, Henri-Edmond Cross, dan juga Henri Delavallee, juga menggunakan teknik pointilis.
Demikianlah ulasan mengenai teknik menggambar dengan cara memberi titik-titik pada objek gambar. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)