シェア:

JAKARTA - Beberapa ekor monyet laboratorium yang diduga terinfeksi berbagai virus kabur setelah terjadi kecelakaan truk di sebuah jalan raya utama di Mississippi, Amerika Serikat. Kejadian ini memicu kekhawatiran terkait risiko kesehatan masyarakat.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 28 Oktober 2025 sore hari di Interstate 59, setelah sebuah truk yang mengangkut monyet jenis rhesus terbalik. Menurut pernyataan resmi dari Departemen Sheriff Jasper County, monyet-monyet itu sedang dalam perjalanan dari Tulane University di New Orleans, Louisiana.

Pihak berwenang menyatakan hewan-hewan tersebut mungkin terinfeksi virus seperti hepatitis C dan Covid-19, sehingga dapat membahayakan kesehatan warga jika terjadi kontak langsung.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mendekati atau mencoba menangkap monyet tersebut. Warga juga diminta segera melapor jika melihat keberadaan mereka.

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan  monyet-monyet ini memiliki berat sekitar 18 kilogram dan bersikap agresif terhadap manusia. Penanganan hewan-hewan tersebut juga memerlukan perlengkapan keselamatan khusus.

Menurut laporan kepolisian setempat, hampir semua monyet kabur telah dimusnahkan pada hari yang sama. Namun satu ekor masih dalam pencarian.

"Kami terus berusaha menemukan satu monyet yang masih berkeliaran." ujar pihak sheriff, dikutip dari laman NDTV.

Monyet rhesus memang sering digunakan dalam penelitian ilmiah karena memiliki kemiripan genetik yang cukup dekat dengan manusia. Populasi mereka juga terbilang stabil karena tingkat reproduksinya yang tinggi, di mana sebagian besar betina dewasa melahirkan setidaknya satu anak setiap tahun.

Secara historis, monyet rhesus telah berkontribusi besar dalam dunia sains. Salah satu contohnya adalah Albert II, monyet pertama yang dikirim ke luar angkasa oleh Amerika Serikat pada tahun 1948. Selain itu, antigen rhesus juga berperan penting dalam penemuan golongan darah manusia.

Saat ini pencarian satu monyet yang tersisa masih berlanjut, sementara pihak berwenang terus memantau situasi untuk mencegah potensi risiko terhadap masyarakat.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)