JAKARTA - Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk pada Hari Rabu mengutuk "gelombang besar" serangan Israel di seluruh Lebanon, menyebut laporan ratusan orang tewas sebagai "mengerikan" dan memperingatkan tekanan berat pada perdamaian regional yang sudah rapuh.
"Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan," kata Turk dalam sebuah pernyataan, melansir Anadolu (9/4).
"Pembantaian seperti itu, hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata dengan Iran, sungguh sulit dipercaya. Ini memberikan tekanan besar pada perdamaian yang rapuh, yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil," tandasnya.
Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan serangan Israel di seluruh Lebanon pada Hari Rabu menewaskan 254 orang, sementara petugas kesehatan mengatakan 837 orang lainnya terluka, dikutip dari The National.
Sementara, puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan sementara tim pertahanan sipil berusaha menemukan korban selamat dari salah satu gelombang serangan Israel terbesar di negara itu dan ibu kotanya.
Pengeboman kembali dilakukan setelah Israel mengatakan mendukung Presiden AS Donald Trump yang memutuskan gencatan senjata, tetapi tidak termasuk di Lebanon.
Militer Israel (IDF) yang kembali melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menggempur Lebanon pada Hari Rabu dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah.
"Aktivitas teroris Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya. IDF tidak bermaksud untuk membahayakan Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda," kata juru bicara IDF Avichaya Adraee dikutip dari The Telegraph.
Turk menekankan, "hukum humaniter internasional dengan jelas menyatakan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi," menambahkan bahwa "prinsip-prinsip ini tidak dapat dinegosiasikan dan harus selalu dihormati."
また読む:
Ia menyerukan pertanggungjawaban, dengan mengatakan: "Harus ada penyelidikan yang cepat dan independen terhadap semua dugaan pelanggaran, dan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan."
Kepala HAM PBB memperingatkan, skala skala pembunuhan, serangan, perintah evakuasi, dan pernyataan oleh pejabat Israel yang menunjukkan "niat untuk menduduki atau bahkan mencaplok sebagian wilayah Lebanon selatan, sangat mengkhawatirkan."
"Masyarakat internasional harus bertindak cepat untuk membantu mengakhiri mimpi buruk ini," desaknya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)