Tebar Ancaman Ekonomi ke Iran, Menkeu AS Ejek Komandan IRGC

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent menilai para komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersembunyi dari ancaman pembunuhan pasukan AS.

Bessent mengatakannya berkaitan dengan tekanan maksimum AS terhadap perindustrian di Iran melalui sanksi yang diberikan Kementerian Keuangan AS.

"Melakukan bisnis dengan maskapai penerbangan Iran yang terkena sanksi berisiko terpapar sanksi AS. Pemerintah asing harus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan di yurisdiksi mereka tidak menyediakan layanan kepada pesawat-pesawat tersebut, termasuk penyediaan bahan bakar jet, katering, biaya pendaratan, atau pemeliharaan," tulis Bessent dalam akun X-nya.

Ia menegaskan melakukan hubungan timbal balik atau memfasilitasi secara ekonomi dengan entitas Iran, meski pihak ketiga, akan diganjar sanksi AS.

Ancaman Menkeu AS ini kemudian menyasar para pemimpin militer Iran. AS maupun Israel diketahui menganut strategi perang membidik kepemimpinan tinggi negara musuh untuk melumpuhkan rantai komando alias "decapitation strike".

"Sementara para pemimpin IRGC yang selamat terperangkap seperti tikus yang tenggelam di dalam pipa saluran pembuangan," sambung Bessent.

Lebih jauh, Bessent seperti Presiden AS Donald Trump mengklaim strategi militer yang dilakukan pasukan AS memblokade kapal keluar masuk pelabuhan Iran telah manjur memukul ekspor minyak Republik Islam.

"Industri minyak Iran yang sudah reyot mulai menutup produksi berkat BLOKADE AS. Pemompaan akan segera runtuh. KURANGI BENSIN DI IRAN SELANJUTNYA!" ujar Bessent

Sebelumnya diberitakan, blokade Angkatan Laut AS terhadap kapal-kapal keluar masuk pelabuhan Iran tidak memengaruhi ekspor minyak Iran.

Perusahaan analitik maritim, Kpler, mengungkapkan kapal tanker masih terus hilir mudik dari zona pemuatan di pelabuhan Iran, sejak blokade diberlakukan imbas buntunya putaran pertama negosiasi di Islamabad, Pakistan.