BRIN Bangun Ekosistem Space Economy Nasional dengan Data Citra Satelit

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertekad untuk terus membangun ekosistem space economy nasional yang terintegrasi. Pembangunan ini akan fokus pada pemanfaatan data citra satelit. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam Rapat Koordinasi Nasional Citra Satelit Penginderaan Jauh pada Rabu, 29 Oktober 2025. Handoko menyoroti pentingnya tata kelola data pasca-pengintegrasian LAPAN ke dalam BRIN pada 2021.

"(UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan) mengamanatkan bahwa tata kelola data citra satelit di Indonesia harus diintegrasikan di lembaga yang mengatur urusan keantariksaan. Setelah LAPAN menjadi bagian dari BRIN, maka tanggung jawab itu kini berada di BRIN," kata Handoko. 

Handoko menjelaskan bahwa kebutuhan nasional terhadap data citra satelit untuk wilayah darat dan laut sangat besar. Seharusnya, Indonesia menyediakan data resolusi tinggi dan sangat tinggi secara mandiri.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia masih bergantung pada satelit luar negeri hingga saat ini, khususnya dalam mendapatkan data mentah penginderaan jauh. Data ini diperoleh dan dikelola oleh BRIN. 

Setelah diproses, datanya akan dimanfaatkan oleh berbagai kementerian, lembaga, dan sektor swasta. Kini, BRIN berencana mengubah mekanisme pemanfaatan data citra satelit secara kolaboratif antara pemerintah dan sektor usaha. 

"Data yang sudah siap akan di-host di infrastruktur BRIN. Pelaku usaha bisa mengembangkan platform sesuai segmennya, misalnya untuk kehutanan, perkebunan, perikanan, atau pertanian," jelas Handoko. 

Saat ini, BRIN tengah menyiapkan model bisnis baru melalui platform Geo-MIMO (Geoinformatika Multi-Input Multi-Output). Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber data satelit menjadi format seragam yang siap pakai. 

Model bisnis yang diusulkan BRIN berbasis lisensi dan penggunaan aktual (usage-based licensing). Pelaku usaha akan membayar sesuai dengan volume data atau computing power yang mereka gunakan setelah menghasilkan penjualan.

"Pelaku usaha akan membayar sesuai dengan volume data atau computing power yang digunakan. Mereka baru membayar setelah menghasilkan penjualan. Ini efisien dan mendorong munculnya ekonomi berbasis data," ungkap Handoko. 

Mulai tahun depan, BRIN akan memperkenalkan mekanisme baru untuk akses data citra satelit nasional. Mekanisme ini hadir untuk memastikan bahwa seluruh pengguna data telah melalui proses assessment dan penyimpanan data di infrastruktur BRIN.