Mengenal Egg Freezer sebagai Solusi Menunda Kehamilan
YOGYAKARTA - Tingginya kesadaran akan perencanaan keluarga dan karir telah mendorong berbagai inovasi dalam teknologi reproduksi. Salah satu terobosan yang semakin populer adalah egg freezing, atau pembekuan sel telur.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai egg freezing, mulai dari proses, manfaat, hingga berbagai pertimbangan penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini sebagai solusi menunda kehamilan.
Mari Mengenal Egg Freezer
Dilansir dari laman Get Carrot, pembekuan sel telur adalah prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, membekukan, dan menyimpan sel telur seseorang (atau oosit) sebagai persiapan untuk kehamilan di kemudian hari.
Metode ini dikenal juga sebagai kriopreservasi oosit, dan pembekuan sel telur dapat menjadi cara yang berharga untuk mempertahankan kesuburan seiring berjalannya waktu.
Perlu diketahui, seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur yang kemungkinan menghasilkan kehamilan sehat menurun, sehingga tujuan pembekuan sel telur adalah untuk meningkatkan peluang keberhasilan siklus fertilisasi in-vitro (IVF) di masa depan.
Baca juga artikel yang membahas Mengetahui Kapan Bercak Darah Tanda Hamil Muncul
Mengapa harus membekukan sel telur Anda?
Ada banyak alasan medis dan pilihan yang sah untuk mempertimbangkan pembekuan sel telur Anda.
Proses pembekuan sel telur awalnya dikembangkan untuk orang yang menjalani pengobatan kanker, karena kemoterapi, radiasi, dan pembedahan dapat membahayakan kesuburan.
Perlu diketahui, intervensi bedah untuk kondisi seperti endometriosis, tumor ovarium, dan kista ovarium juga dapat memengaruhi kesuburan. Bagi orang trans atau non-biner, pembekuan sel telur dapat membantu mempertahankan kesuburan sebelum memulai terapi hormon atau perawatan penegasan gender lainnya. Dokter mungkin akan merekomendasikan pembekuan sel telur jika Anda menjalani salah satu prosedur medis ini.
Kemudian karena meningkatnya ketersediaan dan kesadaran akan pembekuan sel telur, kini ada berbagai alasan non-medis mengapa orang memilih untuk membekukan sel telur mereka. Beberapa yang umum meliputi:
Fokus pada prioritas lain
Banyak orang memilih untuk menunda memiliki anak agar mereka memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk fokus pada hal-hal seperti kemajuan karir, pendidikan, perjalanan, stabilitas keuangan, atau tujuan pribadi lainnya.
Tidak ada pasangan saat ini
Beberapa orang mungkin memilih untuk mempertahankan kesuburan mereka sampai mereka menemukan orang yang tepat untuk membesarkan anak bersama, atau sampai menjadi orang tua tunggal menjadi pilihan yang layak bagi mereka.
Ketidakpastian membangun keluarga
Bagi orang yang tidak yakin bagaimana perjalanan membangun keluarga mereka di masa depan, seperti individu LGBTQ+ atau mereka yang memiliki kekhawatiran tentang tantangan kesuburan, pembekuan sel telur dapat menjaga pilihan tetap terbuka dan memberikan ketenangan pikiran yang berharga.
Pembekuan sel telur adalah keputusan pribadi yang bergantung pada berbagai faktor. Hanya Anda dan dokter yang dapat menentukan apakah Anda menjadi kandidat yang baik untuk pembekuan sel telur atau tidak.
Menurut American Society for Reproductive Medicine, peluang terbaik untuk kehamilan yang berhasil berasal dari sel telur yang dibekukan sebelum usia 38 tahun.
Seiring bertambahnya usia seseorang, sel telur mereka lebih mungkin mengalami perubahan atau mutasi pada DNA mereka. Kelainan ini mempersulit kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran atau memiliki anak dengan kelainan genetik.
Namun, penting untuk dicatat bahwa setiap orang berbeda, dan tidak mungkin untuk memprediksi secara pasti berapa lama seseorang akan tetap subur. Untuk mendapatkan informasi terbaik tentang kesuburan Anda dari waktu ke waktu maka bisa didiskusikan dengan ahli endokrinologi reproduksi.
Selain mengenal egg freezer, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!