JAKARTA - Sakit kepala yang parah bisa terasa menakutkan. Sulit untuk tidak berpikir yang terburuk jika Anda mengalami sakit kepala berat. Jika rasa sakitnya berlangsung lama atau sering kambuh, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda memiliki masalah serius seperti tumor otak?Kabar baiknya, sakit kepala jarang sekali disebabkan oleh tumor.
Menurut seorang ahli bedah saraf di Johns Hopkins Comprehensive Brain Tumor Center, kemungkinan sakit kepala jadi tanda tumor otak sangatlah kecil.
Dilansir dari laman Johns Hopkins Medicine, sakit kepala adalah hal yang umum terjadi pada banyak orang, tetapi sebagian besar tidak ada hubungannya dengan kanker.
Namun, para ahli menyarankan jika Anda mengalami sakit kepala baru, atau pola sakit kepala berubah atau menjadi lebih sering, itu adalah alasan yang baik untuk mengunjungi dokter umum guna memastikan tidak ada masalah serius.
Rentang usia paling umum untuk tumor otak pada orang dewasa adalah 40 hingga 60 tahun. Tumor yang berasal dari otak (tumor otak primer) jauh lebih jarang dibandingkan tumor yang menyebar ke otak dari bagian tubuh lain (tumor otak metastatik).
Beberapa tumor otak tidak menyebabkan sakit kepala sama sekali, karena otak sendiri tidak bisa merasakan rasa sakit. Sakit kepala biasanya muncul hanya jika tumor sudah cukup besar hingga menekan saraf atau pembuluh darah.
BACA JUGA:
Jika sakit kepala adalah keluhan utama Anda dan polanya relatif tetap, kemungkinan besar Anda mengalami salah satu kondisi seperti migrain, sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, atau jenis lainnya. Sakit kepala ini bisa sangat menyakitkan dan mengganggu, tetapi tidak mengancam jiwa.
Jika Anda pergi ke dokter karena sakit kepala, dokter akan menanyakan apakah Anda mengalami tanda-tanda neurologis berikut yang bisa mengindikasikan kondisi serius seperti kejang, mual dan muntah, mati rasa, pembengkakan pada mata atau gangguan penglihatan, kelemahan atau kelumpuhan terutama pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, hingga perubahan kepribadian.
Jika tanda-tanda serius tersebut tidak ada, dokter akan membantu Anda menghilangkan rasa sakit kepala melalui obat-obatan, pola makan, perubahan gaya hidup, atau kombinasi terapi.
Dalam kebanyakan kasus, pemeriksaan seperti rontgen, CT scan, atau tes diagnostik lainnya tidak diperlukan, karena tidak banyak membantu menentukan penyebab sakit kepala.