Bagikan:

YOGYAKARTA - Kepala pusing saat puasa sering dialami banyak orang, terutama di siang hingga menjelang waktu berbuka. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan sakit kepala karena lapar atau hunger headache yang muncul saat tubuh kekurangan energi. Memahami penyebab sakit kepala saat lapar terutama ketika menjalani puasa penting agar Anda bisa menjalani ibadah dengan lebih nyaman dan minim gangguan.

Saat Anda berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam sehingga kadar gula darah bisa menurun. Penurunan ini membuat otak kekurangan energi yang kemudian memicu rasa nyeri di kepala. Akibatnya, sakit kepala saat puasa sering muncul sebagai reaksi alami tubuh terhadap kondisi tersebut.

Selain karena lapar, dehidrasi juga menjadi faktor penting yang memperparah sakit kepala saat puasa. Mengutip Cleveland Clinic, Selasa, 17 Maret, tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami penurunan fungsi normal, termasuk aliran darah ke otak. Ditambah lagi, perubahan pola konsumsi kafein selama Ramadan juga bisa memicu sakit kepala, terutama bagi Anda yang terbiasa minum kopi setiap hari.

kepala pusing saat puasa sering terjadi karena lapar dan dehidrasi
Ilustrasi penyebab kepala pusing saat puasa sering terjadi karena lapar dan dehidrasi (Freepik/azerbaijan_stockers)

Gejala sakit kepala saat puasa biasanya berupa nyeri tumpul di bagian depan kepala yang bisa menyebar ke sisi lainnya. Anda juga mungkin merasakan lemas, pusing, atau sulit berkonsentrasi saat menjalani aktivitas. Dalam beberapa kasus, muncul juga sensasi tegang di leher dan bahu yang membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mulai dengan memperhatikan pola makan saat sahur dan berbuka. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil selama berpuasa. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur juga penting agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Pencegahan bisa dilakukan dengan mengatur pola makan yang konsisten selama Ramadan. Hindari melewatkan sahur karena waktu ini berperan penting sebagai sumber energi sepanjang hari. Anda juga bisa mengurangi konsumsi kafein secara bertahap sebelum Ramadan agar tubuh tidak mengalami “kaget” saat puasa.

Meski umum terjadi, sakit kepala saat puasa tetap perlu diperhatikan jika muncul terus-menerus atau terasa semakin berat. Jika keluhan tidak membaik meski Anda sudah berbuka atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang menjadi penyebabnya.

Kepala pusing saat lapar atau sedang puasa pada dasarnya adalah sinyal tubuh yang sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda bisa menjaga kondisi tubuh tetap optimal selama Ramadan. Jadi, ketika sakit kepala saat puasa muncul, anggap saja itu pengingat halus untuk lebih memperhatikan asupan dan pola hidup Anda.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+