Bagikan:

YOGYAKARTA - Bagi banyak orang Indonesia, makan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran makanan pedas di meja makan. Bahkan saat berbuka puasa, sambal sering menjadi pelengkap utama yang membuat hidangan terasa lebih nikmat. Namun, lambung berada dalam kondisi kosong dan lebih sensitif terhadap makanan yang masuk setelah berpuasa sekitar 12-14 jam.

Salah satu yang perlu dibatasi adalah makanan pedas. Cabai mengandung senyawa capsaicin yang jika dikonsumsi berlebihan saat perut kosong bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Lalu, apa saja dampaknya bagi tubuh? Simak penjelasan berikut agar Anda bisa lebih bijak dalam memilih menu berbuka puasa.

7 Bahaya Makan Terlalu Pedas Saat Berbuka

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 7 bahaya makan terlalu pedas saat buka puasa yang perlu diwaspadai:

  1. Memicu Asam Lambung

Setelah seharian berpuasa, lambung berada dalam kondisi kosong dengan kadar asam yang relatif tinggi. Ketika makanan pedas masuk, lambung bisa bereaksi lebih sensitif dibandingkan biasanya. Hal ini dapat memicu rasa perih atau panas di perut.

Capsaicin dalam cabai diketahui dapat merangsang produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menyebabkan mulas atau sensasi terbakar di dada. Risiko ini lebih besar bagi penderita maag atau GERD.

  1. Menyebabkan Sakit Perut

Buka puasa dengan makanan pedas juga dapat mengakibatkan sakit perut. Rasa nyeri biasanya muncul di area antara tulang rusuk hingga panggul. Sensasinya bisa berupa perih atau rasa tidak nyaman di bagian perut.

Hal ini terjadi karena capsaicin dapat mengiritasi dinding lambung dan usus. Pada beberapa orang yang punya penyakit maag, kondisi ini bahkan bisa berlangsung cukup lama.

  1. Memicu Diare

Efek lain dari makan pedas saat perut kosong adalah diare. Capsaicin dapat mempercepat pergerakan usus sehingga proses pencernaan berlangsung lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, tubuh tidak sempat menyerap cairan secara optimal.

Gejala diare biasanya ditandai dengan sering buang air besar dengan tekstur feses cair. Kondisi ini memang umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu aktivitas. Apalagi jika terjadi pada malam hari setelah berbuka.

  1. Menyebabkan Sakit Kepala

Tidak banyak yang menyadari bahwa makanan pedas juga bisa memicu sakit kepala. Pada sebagian orang, makanan pedas dapat menjadi salah satu pemicu migrain. Sensasi nyeri biasanya terasa berdenyut di kepala dan cukup mengganggu.

Migrain akibat makanan pedas dapat berlangsung beberapa jam atau lebih lama hingga hitungan hari. Hal ini bisa sangat mengganggu waktu istirahat setelah berbuka puasa.

  1. Mengganggu Kualitas Tidur

Makanan pedas juga dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari. Kandungan capsaicin dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat detak jantung. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit untuk rileks.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur atau tidur menjadi kurang nyenyak. Padahal, tidur yang cukup sangat penting selama Ramadan untuk menjaga stamina keesokan harinya.

  1. Menyebabkan Dehidrasi

Makanan pedas dapat membuat tubuh berkeringat lebih banyak. Saat berkeringat, tubuh kehilangan cairan yang seharusnya digunakan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Kondisi ini dapat mempercepat terjadinya dehidrasi.

Selama berpuasa, tubuh sebenarnya sudah mengalami kekurangan cairan. Jika ditambah dengan konsumsi makanan pedas, risiko dehidrasi bisa semakin meningkat. Hal ini dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, dan mudah lelah.

  1. Memicu Gangguan pada Jantung

Makanan pedas juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Capsaicin dapat meningkatkan detak jantung dan memicu kenaikan tekanan darah. Kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan jantung.

Karena itu, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, hindari berbuka puasa dengan makanan pedas.

Demikian pembahasan 7 bahaya makan terlalu pedas saat buka puasa yang perlu diwaspadai. Agar puasa tetap nyaman, pilihlah makanan yang lebih ramah bagi pencernaan saat berbuka. Dengan menghindari makan terlalu pedas saat berbuka, tubuh dapat beradaptasi secara bertahap setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!