Bagikan:

YOGYAKARTA - Gula darah rendah saat puasa Ramadan dapat dialami oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang tidak memiliki diabetes. Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam sehingga harus menggunakan cadangan energi yang tersimpan di dalam tubuh.Dalam dunia medis, kondisi gula darah rendah disebut hipoglikemia, yaitu ketika kadar glukosa dalam darah turun hingga sekitar 70 mg/dL atau lebih rendah. Saat hal ini terjadi, Anda mungkin merasakan gejala seperti pusing, gemetar, lemas, berkeringat, hingga sulit berkonsentrasi karena otak kekurangan energi.Hipoglikemia tanpa diabetes dapat terjadi karena beberapa faktor, kenali penjelasannya berikut ini.

1. Jeda makan yang panjang

Salah satu penyebab gula darah rendah saat puasa Ramadan adalah jeda makan yang panjang antara sahur dan berbuka. Selama periode tersebut, tubuh mengandalkan cadangan glikogen di hati untuk menjaga kadar glukosa tetap stabil.

Jika cadangan energi ini mulai menipis, kadar gula darah dapat turun secara bertahap. Kondisi ini lebih mudah terjadi pada orang yang makan terlalu sedikit saat sahur atau tidak mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

2. Pola makan tinggi karbohidrat sederhana

Sebagian orang cenderung mengonsumsi makanan manis berlebihan saat sahur atau berbuka. Makanan tinggi gula memang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, tetapi efeknya juga dapat turun dengan cepat setelah beberapa waktu.

Kondisi ini dikenal sebagai reactive hypoglycemia atau hipoglikemia reaktif. Menurut penjelasan medis dilansir Health, Minggu, 8 Maret, hipoglikemia reaktif terjadi ketika tubuh memproduksi insulin terlalu banyak setelah makan sehingga kadar glukosa turun lebih cepat dari normal.

penyebab gula darah rendah saat puasa Ramadan
Ilustrasi penyebab gula darah rendah saat puasa Ramadan (Freepik)

3. Efek obat tertentu

Beberapa jenis obat juga dapat memengaruhi kadar gula darah meski seseorang tidak memiliki diabetes. Obat tertentu dapat mengubah cara tubuh memetabolisme glukosa atau meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Dalam sejumlah kasus, obat malaria, antibiotik tertentu, dan obat jantung diketahui dapat memicu hipoglikemia. Risiko ini dapat meningkat jika seseorang tidak makan cukup atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

4. Produksi insulin berlebihan

Dalam kasus yang jarang terjadi, gula darah rendah dapat dipicu oleh produksi insulin yang terlalu tinggi. Insulin adalah hormon yang membantu sel tubuh menyerap glukosa dari aliran darah. Menurut penjelasan medis mengutip Mayo Clinic, kondisi langka yang disebut insulinoma dapat menyebabkan pankreas memproduksi insulin secara berlebihan. Tumor jinak ini membuat kadar gula darah dapat turun meski seseorang tidak memiliki diabetes.

5. Gangguan hormon atau penyakit tertentu

Keseimbangan gula darah dalam tubuh juga dipengaruhi oleh berbagai hormon. Hormon dari kelenjar adrenal, tiroid, dan pituitari membantu tubuh mengatur produksi serta penggunaan glukosa. Jika terjadi gangguan pada hormon tersebut, tubuh mungkin kesulitan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Selain itu, penyakit kronis seperti penyakit hati atau penyakit ginjal juga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Memahami penyebab gula darah rendah saat puasa Ramadan penting agar Anda dapat menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Gejala seperti pusing, gemetar, atau lemas berlebihan sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda tubuh kekurangan energi. Menjaga pola makan seimbang saat sahur dan berbuka dapat membantu tubuh mempertahankan kadar gula darah tetap stabil. Jika Anda sering mengalami gula darah rendah saat puasa Ramadan meski tidak memiliki diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti.