Bagikan:

JAKARTA - Bakteri penyebab keracunan makanan dan hal lain yang lebih berbahaya, bisa saja bersembunyi di hampir semua makanan yang kita konsumsi. Akibatnya, kita berisiko mengalami gangguan pencernaan serius hingga sakit berat.

Lalu makanan apa saja yang justru dihindari oleh para ahli keamanan pangan saat mereka hendak makan? Berikut 6 makanan yang dihindari dan perlu berhati-hati saat mengonsumsinya, seperti dilansir dari laman The Healthy.

1. Tiram Mentah

Tiram mentah memang terkenal lezat, bahkan sering disebut sebagai makanan peningkat gairah. Namun, pakar keamanan pangan Jeff Nelken memilih untuk tidak menyentuhnya.

Menurutnya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, tiram bisa lebih mudah terkontaminasi dan menjadi berisiko dikonsumsi. Tiram yang dimasak hingga suhu sekitar 63°C (145°F) jauh lebih aman karena panas dapat membunuh bakteri berbahaya. Alternatif lain adalah memastikan tiram berasal dari perairan yang benar-benar terpantau keamanannya.

2. Produk Susu atau Keju Mentah

Produk susu yang tidak dipasteurisasi kini kembali populer, meskipun di banyak tempat penjualannya dibatasi oleh aturan. Masalahnya, produk seperti ini bisa mengandung Listeria, E. coli, atau Salmonella. Ahli keamanan pangan Barry Parsons mengatakan ia menghindarinya karena tidak ada proses pemanasan yang membunuh bakteri.

"Memang ada produsen yang sangat menjaga kebersihan, tetapi tanpa mengetahui riwayat dan standar operasionalnya secara pasti, risikonya tetap ada," ujar Parsons.

3. Salad Bar

Salad bar terlihat segar dan sehat, tetapi bisa menyimpan bahaya tersembunyi. Bahan makanan dibiarkan terbuka, sering kali dalam waktu lama dan mungkin pada suhu yang tidak ideal. Kondisi ini membuatnya mudah terkontaminasi.

Menurut Parsons, salad bar masih bisa dianggap aman jika ada petugas yang aktif menjaga kebersihan, mengganti makanan secara rutin, dan memastikan suhu penyimpanan tepat. Jadi, bukan hanya makanannya yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara pengelolaannya.

4. Buah Potong Siap Santap

Campuran buah potong yang dijual di supermarket memang praktis dan menggugah selera. Namun proses pemotongan yang tidak higienis bisa menjadi sumber kontaminasi.

Peralatan, tempat cuci, serta kebersihan tangan petugas sangat berpengaruh. Contohnya, kulit luar melon yang bertekstur kasar dapat menyimpan bakteri dari tanah. Saat dipotong, bakteri tersebut bisa berpindah ke bagian dalam buah akan dimakan.

5. Daging atau Telur Setengah Matang

Daging ayam dan babi sangat berisiko jika tidak dimasak hingga matang sempurna. Ayam sering terkontaminasi Salmonella, sedangkan daging babi bisa mengandung parasit penyebab trikinosis

Daging setengah matang dan telur mentah juga berbahaya, terutama bagi anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan sistem imun lemah seperti penderita diabetes atau kanker. Orang sehat mungkin tidak langsung sakit, tetapi kelompok rentan bisa mengalami gejala serius.

6. Sushi

Sushi umumnya aman, tetapi sangat bergantung pada kualitas dan penanganan ikannya. Ikan yang tidak disimpan dengan benar bisa terkontaminasi bakteri atau menyebabkan keracunan scombroid, yaitu reaksi akibat tingginya kadar histamin pada ikan yang mulai membusuk.

Parsons mengaku masih makan sushi, tetapi jika yakin ikan tersebut berkualitas “sushi-grade” dan telah dibekukan sesuai standar untuk membunuh parasit. Meski begitu, ia menegaskan dalam keamanan pangan, tidak pernah ada jaminan 100 persen aman.

Ilustrasi sushi (Foto: Freepik/lifeforstock)