Bagikan:

JAKARTA - Pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang menjadi fondasi penting bagi kesehatan perempuan di setiap tahap kehidupan. Asupan zat gizi yang cukup berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh, kestabilan hormon, kesehatan reproduksi, hingga kebugaran secara keseluruhan.

Sebaliknya, kekurangan zat gizi tertentu dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak yang kerap tidak disadari karena muncul secara perlahan.

Ahli patologi dan hematopatologi dari Agilus Diagnostics, Dr. Kamlesh Prajapti, menjelaskan masalah kekurangan zat gizi sering kali luput dikenali hingga akhirnya mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ia menekankan gejala defisiensi nutrisi biasanya berkembang bertahap, sehingga banyak perempuan baru menyadarinya saat kondisi sudah memengaruhi kualitas hidup.

Menurut Dr. Prajapti, terdapat tiga zat gizi utama yang sangat krusial bagi kesehatan perempuan, yakni zat besi, vitamin B12, dan folat. Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh dan bila asupannya tidak mencukupi, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Zat besi

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, komponen dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Ketika kadar zat besi menurun, suplai oksigen menjadi tidak optimal sehingga tubuh lebih mudah mengalami kelelahan.

Dr. Prajapti menyebutkan kekurangan zat besi kerap ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan, pusing, sesak napas, penurunan stamina, hingga infeksi yang berulang.

Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu gangguan siklus menstruasi, masalah selama kehamilan dan masa pemulihan pascamelahirkan, serta keluhan fisik seperti rambut rontok dan kulit tampak pucat.

Untuk membantu mencukupi kebutuhan zat besi, ia menyarankan konsumsi makanan seperti sayuran hijau (termasuk bayam), kacang-kacangan, biji-bijian, kurma, gula aren, daging merah, serta kuning telur. Penyerapan zat besi juga dapat ditingkatkan dengan mengombinasikannya bersama sumber vitamin C, seperti jeruk dan tomat.

Vitamin B12

Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf, mendukung fungsi otak, serta membantu pembentukan sel darah merah dan proses sintesis DNA. Kekurangan vitamin ini dapat berdampak pada kondisi fisik maupun mental.

Gejala defisiensi vitamin B12 antara lain mudah lelah, kesemutan pada tangan atau kaki, gangguan konsentrasi, hingga perubahan suasana hati. Asupan vitamin B12 dapat diperoleh dari berbagai produk hewani, seperti susu dan olahannya, telur, ikan, serta daging.

Folat

Folat atau vitamin B9 memiliki peran krusial terutama bagi perempuan yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil. Zat gizi ini mendukung pembelahan dan perbaikan sel, membantu sistem kekebalan tubuh, serta berperan dalam mencegah gangguan perkembangan pada janin.

Kecukupan folat sebelum dan selama kehamilan diketahui dapat menurunkan risiko cacat lahir. Selain itu, kekurangan folat juga dapat meningkatkan risiko anemia dan melemahkan daya tahan tubuh. Sumber folat alami dapat ditemukan pada sayuran hijau tua seperti brokoli dan asparagus, alpukat, jeruk, kacang tanah, kacang lentil, serta biji-bijian utuh.