JAKARTA - Keseleo atau terkilir merupakan cedera yang cukup sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari salah pijak saat berjalan, terpeleset di lantai licin, hingga cedera ketika berolahraga atau mengangkat beban berat.
Karena kerap dialami, keseleo sering dianggap sepele dan diyakini bisa sembuh dengan sendirinya hanya dengan istirahat atau diurut.
Padahal, tidak semua keseleo tergolong cedera ringan. Dalam beberapa kondisi, nyeri yang muncul bisa menandakan adanya gangguan serius pada otot, ligamen, atau sendi yang memerlukan penanganan medis.
"Karena sangat umum, banyak orang mencoba mengatasi rasa sakitnya sendiri. Terkadang itu baik-baik saja. Terkadang tidak," kata konsultan cedera olahraga sekaligus ahli bedah penggantian sendi di Rumah Sakit Arete, Dr. Kundan Kumar Jha, seperti dikutip Hindustan Times.
Menurut Dr. Jha, cedera ringan umumnya akan menunjukkan perbaikan dalam hitungan hari. Namun, jika rasa nyeri justru bertahan lama atau semakin parah, kondisi tersebut patut diwaspadai karena bisa menandakan cedera yang lebih serius.
Ia juga mengingatkan bahwa pembengkakan pada area yang keseleo seharusnya berangsur mengempis. Jika bengkak tidak kunjung mereda, atau justru muncul kembali saat bagian tubuh digerakkan, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa cedera tidak pulih dengan baik.
BACA JUGA:
Cedera juga tidak bisa dianggap ringan apabila seseorang sampai membatasi pergerakan tubuhnya secara tidak sadar demi menghindari rasa sakit. Kesulitan berdiri, berjalan, menggenggam benda, atau membawa beban, menurut Dr. Jha, sering kali menunjukkan adanya gangguan pada struktur penopang sendi.
Selain itu, sensasi sendi yang terasa goyah, terutama pada lutut, pergelangan kaki, bahu, atau pergelangan tangan, dapat mengindikasikan cedera ligamen atau otot di sekitarnya yang tidak lagi mampu menopang dengan optimal.
"Jika bagian tubuh yang cedera terasa nyeri, berubah bentuk, kesemutan, mati rasa, atau sulit digerakkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis profesional,” ujarnya.
Dr. Jha juga menekankan bahwa nyeri yang berulang di lokasi yang sama bisa menjadi tanda cedera sebelumnya tidak sembuh secara tuntas. Otot dan jaringan penyangga yang belum pulih sepenuhnya membuat sendi lebih rentan mengalami cedera ulang.
"Dengan istirahat, mungkin fisioterapi, atau menggunakan penyangga, kebanyakan orang akan sembuh dan tidak mengalami kekakuan atau sendi yang lemah,” kata Dr. Jha.
Ia mengingatkan agar rasa nyeri berkepanjangan dan ketidakstabilan sendi setelah keseleo tidak dianggap sebagai kondisi normal. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan fungsi tubuh dapat kembali optimal.