YOGYAKARTA – Orang tua tidak perlu selalu khawatir saat anak mengalami demam. Dalam beberapa kasus, demam pada anak memang wajar terjadi. Kondisi itu bisa dialami, misalnya, setelah anak mendapat vaksin. Lalu bagaimana jika demam anak naik turun selama 1 minggu? Apakah perlu mendapatkan penanganan medis?
Demam Anak Naik Turun Selama 1 Minggu
Dilansir dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), demam secara umum jadi reaksi normal tubuh yang sedang melawan kuman. Artinya, kekhawatiran orang tua terhadap demam yang dialami anak kadang tidak perlu terjadi.
Saat anak mengalami demam, orang tua perlu mengamati bagaimana aktivitas yang dilakukan anak. Cek apakah anak masih bisa bermain. Jika iya, orang tua cukup mencari cara atasi anak demam naik turun tapi tetap aktif.
Selain itu orang tua juga perlu cek apakah makan dan minum masih normal, atau apakah buang air kecil pada buah hati terjadi per 3-4 jam sekali masih terjadi atau tidak.
Orang tua juga bisa cek apakah anak terlihat lesu, malas minum dan makan, atau menunjukkan gejala-gejala lain atau tidak. Jika anak lebih sering tidur, enggan makan atau minum, dan intensitas buang air sangat jarang, maka anak harus segera dibawa ke dokter.
Perlu diketahui bahwa pemicu demam pada anak naik turun selama seminggu bisa beragam, salah satunya bisa dipicu oleh demam periodik, demikian dijelaskan di Mayo Clinic.
Demam periodik adalah sebuah kondisi di mana suhu tubuh normal selama beberapa minggu, namun bisa naik cepat dan jadi demam tinggi bisa mencapai 40 derajat celcius. Kondisi itu terjadi dalam beberapa hari, namun bisa reda dengan sendirinya.
BACA JUGA:
Gejala Demam Periodik
Perlun diketahui bahwa sindrom demam periodik memiliki banyak jenis, salah satunya disebut PFAPA yang merupakan singkatan dari demam periodik, stomatitis aftosa, faringitis, dan adenitis. Anak yang mengalami kondisi ini akan menunukkan beberapa gejala misalnya sakit tenggorokan, sariawan, dan mengalami pembengkakan kelenjar di leher selama demam.
Anak yang mengalami PFAPA biasanya akan demam berulang per tiga hingga lima minggu. Biasanya kondisi ini dialami oleh anak usia lima tahun pertama kehidupan.
Penyebab Demam Periodik
Penyebab demam periodik PFAPA belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa dugaan yang bisa memicu kondisi tersebut. Misalnya, anak mengalami infeksi.
Secara umum demam tidak berbahaya, hanya saja infeksi atau penyakit lain yang menyertai kondisi itu yang akan memicu masalah kesehatan anak yang serius. Anak yang mengalami demam biasanya hanya akan merasa tidak nyaman dengan tubuhnya.
Itulah informasi terkait demam anak naik turun selama 1 minggu. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.