Bagikan:

YOGYAKARTA - Beberapa jenis olahraga kardio, misalnya bersepeda, jalan cepat, berenang, atau lari, menjadi pilihan utama yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru. Namun, selain menentukan jenis olahraga yang tepat, frekuensi latihan untuk mendapat kebugaran paru-paru dan jantung juga menjadi penentu hasil yang didapatkan.

Kemungkinan besar masih banyak orang yang mengira bahwa semakin sering berolahraga maka akan semakin baik progresnya. Padahal kombinasi frekuensi dan intensitas yang tepat justru lebih efektif dan aman.

Frekuensi Latihan untuk Mendapat Kebugaran Paru-Paru dan Jantung

Dilansir dari laman Sporty, frekuensi latihan untuk mendapat kebugaran paru-paru dan jantung harus disesuaikan agar manfaatnya lebih optimal dan risiko cedera dapat dikurangi.

Para ahli memberikan rekomendasi latihan aerobik intensitas sedang, misalnya jalan cepat atau santai, minimal dilakukan 150 menit per minggu. Anda dapat membaginya menjadi sekitar 30 menit per hari selama 5 hari. Untuk latihan intensitas tinggi, contohnya lari atau berenang, cukup 75 menit per minggu yang dapat dibagi dalam 3 sesi.

Anda juga dapat menggabungkan atau mengombinasikan keduanya sesuai dengan kemampuan. Namun, hal yang terpenting, hindari jeda lebih dari dua hari berturut-turut tanpa melakukan olahraga. Selain itu, tambahkan juga latihan kekuatan otot setidaknya dua kali dalam seminggu untuk menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.

Beberapa Tips Agar Latihan Aman dan Efektif

Rutin melakukan olahraga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, sehingga pernapasan pun menjadi lebih efisien, jantung lebih kuat dalam memompa darah, tekanan darah dan kadar kolesterol menurun, menjaga daya tahan tubuh, dan membantu mengontrol berat badan.

Selain menentukan frekuensi latihan untuk kebugaran paru-paru dan jantung, ada beberapa hal lain yang harus dilakukan agar manfaat olahraga dapat dirasakan secara maksimal, antara lain:

  • Jaga pola makan bergizi seimbang untuk mendukung fungsi jantung dan paru-paru.
  • Untuk mengurangi risiko cedera, lakukan pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya.
  • Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum cukup air.
  • Hindari rokok dan paparan polusi udara berlebih yang dapat mengganggu kesehatan paru-paru.
  • Agar proses pemulihan berjalan optimal, sebaiknya upayakan tidur cukup setiap malam.
  • Lakukan latihan rutin dengan frekuensi dan intensitas yang tepat yaitu kunci untuk menjaga kebugaran paru-paru dan jantung. Namun, frekuensi latihan untuk kebugaran paru-paru dan jantung harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Sebab setiap orang mempunyai kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, sesuaikan jenis serta jadwal latihan dengan kondisi Anda. Jika Anda masih ragu, segera lakukan konsultasi dengan dokter di rumah sakit terdekat.

Dokter akan memberikan rekomendasi jenis serta frekuensi latihan untuk kebugaran paru-paru dan jantung yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Demikianlah ulasan mengenai frekuensi latihan untuk mendapat kebugaran paru-paru dan jantung​​​​​​. Semoga bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.