Bagikan:

JAKARTA - Stroke biasanya dikenal sebagai gangguan pada otak. Namun tahukah Anda stroke juga bisa terjadi pada mata? Kondisi ini disebut stroke mata atau retinal artery occlusion, yaitu ketika aliran darah ke retina terhenti karena penyumbatan pembuluh darah. 

Retina adalah bagian mata yang bertugas menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak untuk membentuk gambar. Jika aliran darah terganggu, retina tidak bisa bekerja dan penglihatan dapat hilang secara tiba-tiba.

Masalahnya stroke mata sering muncul tanpa rasa sakit, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi ini dan terlambat mendapat penanganan. Padahal stroke mata adalah keadaan darurat medis yang harus segera ditangani untuk mencegah kebutaan permanen.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, penyumbatan pada pembuluh darah retina dapat terjadi karena:

- Bekuan darah (trombosis) yang terbentuk akibat pengentalan darah.

- Emboli yaitu serpihan plak atau kolesterol yang lepas dari pembuluh darah atau jantung kemudian menyumbat pembuluh di mata.

- Penyumbatan ini menyebabkan retina kekurangan oksigen. Semakin lama retina tidak mendapatkan asupan darah, semakin besar risiko kerusakan permanen.

Stroke mata sering muncul pada orang dengan kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung atau pembuluh darah, riwayat stroke sebelumnya, perokok aktif, hingga usia di atas 60 tahun. Meski demikian, siapa pun tetap berisiko jika pola hidup tidak sehat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Stroke mata biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi gejalanya sangat jelas.

- Penglihatan tiba-tiba kabur pada satu mata

- Pandangan seperti tertutup bayangan gelap

- Muncul bintik hitam atau kilatan cahaya

- Hilangnya sebagian atau seluruh penglihatan dalam hitungan detik.

Jika penglihatan kembali beberapa saat kemudian, tetap jangan mengabaikannya. Gejala tersebut bisa menjadi tanda stroke pada mata.

Penanganan Dini 

Semakin cepat stroke mata ditangani, semakin besar peluang penglihatan dapat diselamatkan. Penanganan dapat meliputi:

- Obat untuk melarutkan bekuan darah

- Terapi oksigen hiperbarik

- Menurunkan tekanan mata dengan obat atau tindakan medis tertentu

- Terapi laser pada pembuluh darah yang rusak.

Jangan menunggu gejala membaik sendiri. Waktu terbaik penanganan adalah dalam beberapa jam setelah gejala muncul. Kabar baiknya, stroke mata dapat dicegah dengan menjaga kesehatan pembuluh darah. Upaya yang dapat dilakukan:

- Kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol

- Perbanyak makanan sehat seperti sayur, buah, dan ikan

- Olahraga teratur

- Berhenti merokok

- Rutin periksa mata, terutama bagi penderita penyakit kronis