Bagikan:

JAKARTA - Kentut sering dianggap memalukan terutama jika menimbulkan suara atau bau yang menyengat. Namun sebenarnya kentut adalah bagian penting dari proses kesehatan tubuh. Kentut terjadi sebagai hasil dari pencernaan dan justru menunjukkan sistem pencernaan kita bekerja dengan baik.

Menurut Kelly Jones, MS, RD, CSSD, LDN dari Kelly Jones Nutrition, kentut dapat memberikan banyak informasi mengenai kondisi kesehatan usus.

"Sangat normal untuk mengeluarkan gas lebih dari selusin kali dalam sehari. Bahkan jika seseorang jarang kentut, hal itu bisa menjadi tanda bahwa bakteri baik di saluran cerna bagian bawah kurang beragam," ujar Jones, dikutip dari laman Men's Health.

Keberagaman mikrobioma usus ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, mulai dari suasana hati, kebugaran, kesehatan jantung, hingga sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda merasa jarang kentut, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan memperbaiki fungsi pencernaan.

Sementara itu, meningkatkan asupan makanan tinggi serat dapat membantu menambah keberagaman bakteri baik di usus. Berikut 4 manfaat kentut dengan frekuensi normal.

1. Tanda Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks yang Baik

Diet yang kaya akan kacang-kacangan, sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian memberikan manfaat besar bagi tubuh. Makanan ini mengandung serat fermentasi, pati resisten, dan oligosakarida yang menjadi makanan untuk bakteri baik di usus.

Proses fermentasi ini menghasilkan gas yang kemudian dikeluarkan sebagai kentut.

Artinya kentut menunjukkan Anda mengonsumsi cukup serat dan nutrisi yang mendukung kesehatan usus.

2. Menjaga Kesehatan Usus Besar

Menahan kentut terlalu lama dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut hingga memicu sembelit. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya divertikulosis (penonjolan kecil pada dinding usus besar).

Maka jangan terlalu sering menahan kentut. Biarkan gas keluar agar sistem pencernaan tetap lancar dan sehat.

3. Tanda Pola Makan Seimbang

Walaupun kentut itu normal, terlalu banyak atau baunya terlalu menyengat bisa menjadi tanda ketidakseimbangan pola makan. Misalnya jika Anda terlalu banyak mengonsumsi protein, gula, atau lemak jenuh, gas yang dihasilkan cenderung lebih kuat baunya.

Pemanis buatan juga bisa menyebabkan produksi gas berlebih. Sementara itu, makanan sehat seperti telur atau brokoli yang kaya sulfur memang bisa membuat kentut lebih bau. Namun jika baunya sangat menyengat tanpa alasan jelas, mungkin Anda perlu menyesuaikan pola makan.

4. Kentut Tidak Serta-Merta Berarti Intoleransi Makanan

Kentut tidak serta-merta berarti Anda memiliki intoleransi makanan. Namun jika gas disertai kembung, nyeri, atau sulit dikeluarkan, itu bisa menjadi tanda tubuh tidak cocok dengan jenis makanan tertentu.

Namun jangan langsung menghindari makanan tersebut. Misalnya makanan seperti kacang atau kembang kol dapat menyebabkan gas berlebih karena usus sedang menyesuaikan diri.

Konsumsi makanan tersebut secara bertahap untuk membantu tubuh lebih terbiasa. Jika setelah beberapa minggu kondisi tidak membaik, barulah konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.