JAKARTA - Jalan kaki merupakan aktivitas fisik sederhana, tetapi dapat memberikan banyak manfaat baik untuk tubuh. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa cara tertentu berjalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Dikutip dari Times of India, pada Kamis, 30 Oktober 2025, studi tersebut dilakukan oleh para ahli di Sidney University (Australia) dan Europea University (Spanyol).
Pada penelitian tersebut, para peneliti mempelajari 33.560 orang dewasa berusia 40-79 tahun. Mereka berjalan kurang dari 8 ribu langkah per hari, dengan waktu penelitian selama delapan tahun.
Dalam studi diungkapkan bahwa berjalan kaki 10 sampai 15 menit dalam sekali peregangan atau jalan kaki secara terus-menerus, tanpa jalan singkat dapat berdampak baik untuk jantung.
Mereka yang rutin jalan kaki 10-15 menit per hari hanya memiliki risiko 4 persen mengalami kejadian kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke.
Dengan melakukan jalan kaki tersebut, para peneliti mengklaim dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular hingga dua pertiga, dibandingkan mereka yang berjalan kaki kurang dari lima menit.
BACA JUGA:
Selain itu, jumlah langkah yang lebih banyak juga memiliki manfaat kesehatan lebih besar, daripada jalan kaki yang dilakukan dengan dipecah-pecah waktunya.
“Bagi orang-orang yang paling tidak aktif, beralih dari jalan kaki singkat ke jalan kaki berkelanjutan yang lebih lama mungkin memberikan beberapa manfaat kesehatan,” kata salah satu penulis utama penelitian tersebut, dr. Matthew Ahmadi di Sidney University.
Jalan kaki yang dimaksud tidak harus cepat, bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Selama kecepatan itu nyaman, stabil, maka sudah mampu memberikan manfaat yang signifikan pada tubuh.