YOGYAKARTA - Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dikenal sebagai penyakit infeksi menular yang biasanya menyerang anak-anak. Meski demikian, orang dewasa juga berisiko terkena penyakit ini. Meski sering dianggap ringan, flu Singapura tetap perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan komplikasi.
Flu Singapura disebabkan oleh virus Coxsackievirus dan Enterovirus yang dapat menular dengan cepat di lingkungan padat. Infeksi virus dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, sehingga penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal. Deteksi dini akan membantu proses penyembuhan lebih cepat dan mencegah penularan ke orang lain.
Banyak orang mengira flu Singapura hanya sebatas penyakit mirip influenza biasa. Namun, sebenarnya flu Singapura memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dengan flu pada umumnya. Dengan mengenali ciri-cirinya, Anda dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat.
Ciri-Ciri Flu Singapura pada Orang Dewasa
Gejala flu Singapura pada orang dewasa dapat berbeda-beda, tergantung daya tahan tubuh masing-masing. Salah satu ciri yang paling umum adalah demam tinggi yang dan sakit kepala. Selain itu, penderita juga bisa merasakan sakit tenggorokan yang membuat sulit menelan makanan atau minuman.
Ruam tersebut dapat terasa gatal, perih, bahkan berubah menjadi melepuh setelah beberapa hari. Pada sebagian penderita, luka kecil bisa muncul karena garukan atau gesekan. Gejala ini biasanya berlangsung selama7-10 hari sebelum akhirnya membaik melalui pengobatan.
Kemudian muncul bintik merah dan sariawan di mulut yang terasa nyeri dan bertahan hingga seminggu. Sariawan ini bisa membuat penderita kehilangan nafsu makan karena rasa sakit saat mengunyah. Setelah satu atau dua hari, ruam merah muncul di tangan, kaki, pantat, dan area tubuh lain.
Ruam tersebut dapat terasa gatal, perih, bahkan berubah menjadi melepuh setelah beberapa hari. Pada sebagian penderita, luka kecil bisa muncul karena garukan atau gesekan. Gejala ini biasanya berlangsung selama 7-10 hari sebelum akhirnya membaik melalui pengobatan.
Cara Penularan Flu Singapura pada Orang Dewasa
Flu Singapura bisa menular dengan sangat mudah melalui kontak langsung dengan penderita. Sentuhan kulit, cairan air liur, atau percikan bersin dapat menjadi media penularan virus. Selain itu, penggunaan benda yang terkontaminasi virus juga meningkatkan risiko penularan.
Itulah mengapa, orang dewasa yang sering beraktivitas di tempat umum memiliki potensi lebih besar untuk tertular. Misalnya, di kantor, transportasi umum, atau area padat penduduk. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan sangat dianjurkan.
Pencegahan juga bisa dilakukan dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita hingga mereka sembuh total. Penderita sendiri sebaiknya melakukan isolasi mandiri agar tidak menularkan penyakit ke orang terdekat. Langkah ini juga membantu mempercepat proses pemulihan.
Jika terkena Flu Singapura, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan obat yang sesuai untuk mengurangi rasa sakit sekaligus mencegah komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul antara lain radang selaput otak, dehidrasi, hingga kelumpuhan.
Selain obat-obatan, penderita perlu menjaga pola makan bergizi dan memperbanyak minum air putih. Hal ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus penyebab flu Singapura. Dengan perawatan yang tepat, gejala biasanya membaik dalam waktu satu minggu.
BACA JUGA:
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat adalah kunci pencegahan terbaik agar terhindar dari flu Singapura. Rajin mencuci tangan, menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh perlu dilakukan secara konsisten. Dengan begitu, risiko tertular flu Singapura bisa diminimalisir dan kesehatan tetap terjaga dengan baik.