YOGYAKARTA - Di era digital saat ini, membawa gawai ke toilet sudah menjadi kebiasaan umum. Ada yang melakukannya untuk membaca berita, membuka media sosial, atau sekadar mengusir rasa bosan. Meski terlihat sepele, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko kesehatan, terutama wasir.
Menggunakan gawai di toilet membuat seseorang lupa waktu. Tanpa disadari, durasi duduk bisa lebih lama dari yang seharusnya hanya karena asyik scrolling. Penelitian terbaru dilansir HuffPost, Selasa, 9 September, menunjukkan sebagian besar pengguna gawai di toilet bisa menghabiskan lebih dari lima menit setiap kali masuk kamar mandi. Padahal, semakin lama duduk, semakin besar pula tekanan yang dirasakan tubuh, khususnya di area panggul.
Tekanan berlebih saat duduk di toilet menyebabkan pembuluh darah di area anus mendapat beban yang tidak wajar. Perlu Anda ketahui, toilet tidak dirancang seperti kursi biasa yang menopang panggul dengan baik, sehingga bagian bawah tubuh menanggung tekanan langsung. Kondisi ini membuat pembuluh darah bisa membengkak dan akhirnya memicu terbentuknya wasir. Risiko semakin meningkat jika kebiasaan duduk lama dilakukan berulang-ulang.
Banyak orang berpikir wasir hanya terjadi akibat mengejan terlalu keras ketika buang air besar. Namun, penelitian menemukan bahwa penggunaan gawai tetap meningkatkan risiko wasir meski faktor mengejan, usia, berat badan, pola makan, hingga aktivitas fisik sudah diperhitungkan. Dengan kata lain, kebiasaan membawa gawai ke toilet memiliki pengaruh signifikan tersendiri. Hal ini menjelaskan mengapa wasir bisa muncul meskipun tidak ada masalah sembelit atau kebiasaan mengejan.
Hubungan antara durasi di toilet dan kebiasaan menggunakan gawai saat duduk buang air besar, tak banyak diketahui orang. Dalam penelitian berjudul Smartphone use on the toilet and the risk of hemorrhoids yang dipublikasikan di jurnal PLOS pada 3 September 2025 tersebut mencatat hampir separuh responden penelitian mengaku tidak mengaitkan dua hal tersebut. Padahal, tanpa gawai, rata-rata orang hanya duduk sebentar untuk menyelesaikan urusan buang air.
Untuk mencegah peningkatan risiko, ahli menyarankan agar durasi duduk di toilet tidak lebih dari 5–10 menit. Cara termudah tentu saja dengan meninggalkan gawai di luar kamar mandi. Semakin singkat waktu yang dihabiskan di toilet, semakin kecil tekanan yang ditanggung pembuluh darah di area anus. Dengan begitu, risiko wasir bisa ditekan secara signifikan.
BACA JUGA:
Selain itu, menjaga pola hidup sehat juga sangat penting. Mengonsumsi makanan tinggi serat, minum cukup air, dan berolahraga teratur dapat membantu mencegah sembelit. Jika tinja lebih lunak dan buang air lebih lancar, kebutuhan untuk mengejan juga berkurang. Kebiasaan ini bukan hanya mendukung kesehatan pencernaan, tetapi juga mengurangi peluang timbulnya wasir di masa depan.