YOGYAKARTA - Tulang belakang terdiri dari ruas-ruas tulang yang tersusun secara bertumpuk satu sama lain dengan sedikit lengkungan. Lengkungan ini memiliki fungsi untuk meredam tekanan, membantu pergerakan tubuh, dan juga memastikan agar tubuh tetap stabil. Namun, kelengkungan yang melebihi batas pada satu bagian tulang belakang justru menjadi jenis kelainan tulang belakang.
Macam-macam Kelainan Tulang Belakang
Berdasarkan arah kelengkungannya, ada tiga jenis kelainan tulang belakang. Ketiga jenis kelainan tulang belakang tersebut antara lain:
Skoliosis
Skoliosis adalah jenis kelainan tulang belakang di mana tulang melengkung ke samping secara tidak normal. Lengkungan tulang belakang ini dapat berbentuk seperti huruf S atau C.
Penderita skoliosis biasanya mempunyai bahu atau pinggul yang terlihat tidak simetris atau tidak sama tinggi. Ada sekitar 80% kasus scoliosis yang tidak diketahui penyebabnya, sehingga sering disebut skoliosis idiopatik.
BACA JUGA:
Meskipun tidak diketahui sebagian besar penyebabnya, skoliosis juga dapat terjadi karena beberapa hal di bawah ini:
- Kelainan otot saraf tulang belakang, seperti cerebral palsy atau distrofi otot
- Infeksi pada tulang belakang
- Kelainan genetik, seperti sindrom Down dan sindrom Marfan
- Bawaan lahir
Pengobatan untuk skoliosis tergantung pada beberapa faktor, antara lain usia, tingkat keparahan, dan pola lengkungan. Pengobatan yang dapat diberikan pada penderita skoliosis meliputi observasi melalui fisioterapi, pemeriksaan rutin, penggunaan penyangga punggung, dan operasi.
Lordosis
Lordosis yaitu jenis kelainan tulang belakang yang ditunjukkan dengan melengkungnya tulang belakang di area punggung bawah atau bengkok ke depan. Kondisi ini menjadikan tubuh penderitanya terlihat terlalu tegak.
Secara normal, tulang belakang di bagian tersebut memang melengkung ke depan. Namun, untuk penderita lordosis, lengkungan terjadi dengan berlebihan. Sehingga, tulang belakang menerima tekanan terlalu besar dan menimbulkan rasa sakit.
Beberapa kondisi yang berisiko menyebabkan terjadinya lordosis antara lain:
- Postur tubuh yang buruk
- Osteoporosis
- Kehamilan
- Obesitas
- Diskitis
- Distrofi otot
- Spondylolisthesis
- Genetik
Jenis kelainan tulang belakang ini biasanya bersifat ringan dan tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, jika lengkungan tulang belakang cukup parah dan menyebabkan rasa nyeri, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan tingkat keparahan lordosis.
Pilihan penanganan yang dapat dokter berikan meliputi peresepan obat, fisioterapi, ataupun operasi.
Kifosis
Jika lordosis mengakibatkan penderitanya terlihat terlalu tegak, kifosis menyebabkan penderitanya terlihat bungkuk.
Secara ideal, tulang belakang memiliki sudut kelengkungan antara 25 hingga 45 derajat. Namun, untuk penderita kifosis, kelengkungan tulang belakang dapat mencapai 50 derajat atau lebih. Hal inilah yang menjadikan postur tulang belakang penderita kifosis melengkung ke depan atau membungkuk.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kifosis, seperti:
- Spina bifida
- Penyakit Scheuermann
- Infeksi tulang belakang
- Postur tubuh yang buruk
- Osteroporosis
- Radang sendi
- Operasi tumor pada tulang belakang
- Bawaan lahir
- Proses penuaan
- Cedera pada tulang belakang
Seperti halnya lordosis, penanganan kifosis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Untuk kifosis yang disebabkan oleh postur tubuh yang buruk, dokter dapat menyarankan fisioterapi dan penggunaan penyangga punggung.
Sementara itu, untuk kifosis yang dikarenakan oleh kelainan tulang belakang dan menimbulkan nyeri, dokter dapat memberikan penanganan berupa pemberian obat antinyeri dan operasi tulang belakang.
Beberapa jenis kelainan tulang belakang yang dijelaskan di atas perlu segera diberikan penanganan untuk memastikan fungsi tulang belakang tetap terjaga, dan penderitanya tetap bisa menjalankan aktivitas dengan normal.
Demikianlah ulasan tentang kelainan tulang belakang dan jenis-jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.