Bagikan:

YOGYAKARTA – Keputusasaan ialah perasaan yang dapat memengaruhi kesehatan mental karena menyebabkan depresi atau kecemasan jika tidak ditangani. Keputusasaan muncul ketika seseorang menganggap situasi yang dialami tidak dapat diubah dan percaya mereka tidak memiliki sumber daya yang memengaruhi masa depan mereka. Pada intinya, berkaitan dengan distorsi kognitif, terutama putus asa yang melibatkan pola pikir negatif tentang diri sendiri, dunia, dan masa depan.

Faktor psikologis yang berkontribusi terhadap keputusasaan adalah ketidakberdayaan. Ia yang mengalaminya, percaya bahwa dirinya tak bisa mengendalikan keadaan mereka sendiri. keputusasaan dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan penyebab dan konteks yang mendasarinya. Berikut ini, penjelasan mengenai keputusasaan.

1. Keputusasaan situasional

Keputusasaan situasional biasanya disebabkan peristiwa atau situasi kehidupan tertentu. Seperti kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai, trauma, atau diagnosis kesehatan. Melansir Positive Psychology, Senin, 4 Agustus, hal-hal tersebut dianggap sangat membebani atau tidak dapat diubah.

jenis keputusasaan yang memengaruhi kesehatan mental
Ilustrasi jenis keputusasaan yang memengaruhi kesehatan mental (Freepik)

2. Keputusasaan kronis

Keputusasaan krinis ditandai dengan perasaan putus asa yang persisten, jangka panjang, dan menggambarkan pandangan umum seseorang terhadap kehidupan. Kondisi ini, sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental yang kronis.

3. Keputusasaan eksistensial

Keputusasaan eksistensial berkaitan dengan rasa putus asa yang mendalam terkait dengan keyakinan bahwa hidup tidak berarti. Keputusasaan jenis ini, sering muncul dari krisis eksistensial atau hilangnya tujuan.

4. Keputusasaan budaya

Keputusasaan budaya berasal dari pengaruh sosial dan budaya. Seperti penindasan atau diskriminasi sistemik. Kondisi ini ditandai pemikiran pesimis yang sering kali dipengaruhi faktor budaya atau sosial. Orang yang mengalaminya, umumnya lebih suka mengisolasi diri.

5. Keputusasaan reaktif

Keputusasaan reaktif terjadi sebagai reaksi terhadap stresor akut atau berat yang membebani mekanisme koping seseorang. Kejadian yang dapat membuat seseorang merasa putus asa, dapat berupa bencana alam atau peristiwa kehidupan yang jarang dan dahsyat.

Keputusasaan dikaitkan dengan berbagai dampak buruk terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Termasuk kesehatan mental dan fisik, fungsi sosial, dan bahkan kematian. Di sisi psikologis, keputusasaan sangat terkait dengan depresi, kecemasan, kesepian, dan peningkatan risiko perilaku bunuh diri. Untuk itu, apabila merasa putus asa tak terkendali hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk mencari bantuan profesional dan support dari orang terdekat.