YOGYAKARTA - Cara mengatasi anak ngompol usia 9 tahun memang tidak mudah dilakukan. Umumnya, kebiasaan mengompol pada anak hanya berlangsung hingga usia 1-3 tahun. Dalam medis, mengompol dikenal dengan istilah enuresis dan didefinisikan sebagai kondisi dimana anak mengeluarkan air kencing di celana karena tidak mampu mengontrolnya. Lantas bagaimana cara menanganinya?
Cara Mengatasi Anak Ngompol Usia 9 Tahun
Di bawah ini adalah beberapa cara mengatasi anak ngompol usia 9 tahun:
Toilet traning sejak dini
Kebiasaan anak ngompol di usia 9 tahun bisa jadi disebabkan kebiasaan pipis di popok hingga berusia 5 tahun atau lebih. Anda sebaiknya mengajarkan anak toilet training sejak dini. Toilet training menjadi sebuah tindakan memperkenalkan anak terhadap toilet, atau mengajari anak untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) secara mandiri, tetapi tetap dengan pengawasan. Biasanya anak siap menerima ajaran toilet training saat berusia 1,5 – 2 tahun.
Hindari pemberian minum berkafein
Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak 9 tahun yang masih ngompol yaitu dengan mengurangi asupan kafein. Menurut penelitian, kafein bersifat diuretik pada tubuh dan menyebabkan produksi urine di kandung kemih semakin meningkat. Akibatnya si pengonsumsi akan sulit menahan kencing. Beberapa minuman dan makanan yang mengandung kafein antara lain kopi, teh, susu coklat atau minuman lain rasa coklat, minuman bersoda, dan kuaci (biji bunga matahari). Nah, sebaiknya jauhkan minuman tersebut saat malam hari.
Hindari memberikan asupan cairan berlebihan saat malam hari
Air memang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Mengonsumsi air yang disarankan adalah sekitar 7-8 gelas perhari. Namun, waktu pemberian air minum juga harus Anda perhatikan. Jika anak memiliki kebiasaan ngompol saat tidur malam, sebaiknya berikan sedikit air minum di malam hari. Dan sebagai gantinya, Anda dapat memberikan asupan minum yang cukup banyak di pagi hingga sore hari.
Berikan pengertian kepada anak dengan sabar
Cari waktu untuk berbicara dengan anak. Contohnya, ketika makan bersama, duduk santai atau menjelang tidur malam, berikan nasihat kepadanya bahwa ia harus mencoba mengatasi kebiasaan mengompol. Katakan jika mengompol bukanlah perbuatan yang benar, bahkan akan memalukan jika ia lakukan di sekolah. Ajari anak untuk menahan kencing beberapa menit. Jika memang merasakan ingin pipis, ajari ia untuk segera pergi ke kamar mandi.
Hindari membentak atau menghukum anak
Membentak atau menghukum anak tentu bukan cara tepat untuk mengatasi masalah anak yang masih mengompol. Perbuatan tersebut justru membuat anak takut dan panik. Selain itu, hal tersebut berisiko menganggu mental anak. Anak akan merasakan ketakutan berlebihan hingga melakukan hal-hal yang membahayakan diri. Oleh karena itu, hindarilah sikap marah-marah kepada anak.
Ajari untuk kencing sebelum tidur
Membiasakan anak kencing sebelum tidur juga dapat menjadi solusi agar anak tidak mengompol. Pastikan Anda membuat peraturan bahwa anak harus pergi ke toilet sebelum tidur untuk kencing, gosok gigi, dan mencuci tangan serta kaki. Jika anak merasa malas, Anda harus memaksanya dengan halus. Hal ini harus dibiasakan setiap hari. Metode ini dapat membantu mengurangi cairan urine di kandung kemihnya. Dengan demikian, risiko anak ngompol dapat diminimalisir.
Berikan hadiah
Motivasi dan dukungan kepada anak kecil sangat penting. Untuk hal sekecil apapun, termasuk keberhasilannya untuk tidak mengompol. Anda dapat memujinya, misalnya, “Wah, pintarnya anak mama sudah tidak mengompol.” Atau bisa juga dengan memberikannya hadiah. Tindakan ini akan membuat anak senang. Ia akan termotivasi untuk tidak mengompol lagi dan berusaha kencing di toilet seperti yang Anda ajarkan.
Ajak anak membersihkan sprei tempat tidur
Cara lain yang cukup sederhana untuk mengatasi anak 9 tahun mengompol adalah dengan mengajaknya membersihkan sprei yang kotor karena pipisnya. Minta ia untuk mengangkat sprei yang kotor dan menggantinya sendiri dengan sprei baru. Jika perlu, Anda juga dapat meminta tolong anak membantu mencuci dan menjemurnya. Tindakan ini akan menjadikan anak tahu betapa susahnya mencuci sprei. Sehingga ia pun akan lebih berhati-hati jika hendak mengompol.
BACA JUGA:
Pijat refleksi
Pijat refleksi juga dapat dilakukan untuk menangani masalah anak yang masih mengompol. Pijat ini dilakukan dengan cara menekan bagian-bagian tertentu pada tubuh yang berhubungan terhadap kandung kemih, kelenjar pituitary dan ginjal. Biasanya pemijatan dilakukan pada bagian telapak kaki, sebab di titik itulah letak pusat titik saluran kemih. Namun, jika Anda bingung, sebaiknya bawa anak ke terapis yang terpercaya.
Demikianlah ulasan mengenai cara mengatasi anak ngompol usia 9 tahun. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.