YOGYAKARTA – Berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu cara tubuh mendapatkan vitamin D. Vitamin tersebut penting untuk meningkatkan imun tubuh serta membantu memaksimalkan penyerapan kalsium. Berjemur juga membantu menghindari kekurangan vitamin D. Meski sangat dianjurkan, Anda perlu mempertimbangkan waktu berjemur yang baik. Pasalnya berjemur di waktu yang keliru akan memicu sunburn karena paparan sinar ultraviolet (UV) matahari berlebih.
Waktu Berjemur yang Baik
Dilansir dari AI Care, jam berjemur terbaik untuk kesehatan paling disarankan adalah antara pukul 10.00 sampai dengan 1 siang. Di jam tersebut sinar matahari mengandung ultraviolet B yang berhubungan dengan keberadaan vitamin D.
Serupa dengan anjuran tersebut, peneliti vitamin D, Prof dr Siti Setiati, SpPD, KGER, Mepid mengatakan bahwa waktu berjemur terbaik adalah di jam yang tidak terlalu pagi dan tidak terlalu siang. Berjemur bisa dilakukan di atas jam 9 pagi.
“Iya, di atas jam 9, hasil penelitian saya tahun 2003. Mungkin perlu diteliti lagi karena sudah lama,” kata Prof Siti, dikutip dari website resmi RSUD Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi.
BACA JUGA:
Durasi Berjemur yang Baik
Saat berjemur, Anda juga perlu mengetahui durasi ideal untuk menghindari dampak buruk dari paparan sinar matahari berlebih. Berjemur cukup dilakukan dengan berdiam diri di bawah sinar matahari 15 hingga 30 menit. Jika berjemur terlalu lama dapat memicu suburn, kerusakan kulit, bahkan kanker kulit.
Namun durasi tersebut tidak disarankan jika Anda berjemur di atas jam 11 menjelang siang. Jika Anda berjemur saat siang hari, durasi yang dibutuhkan cukup 5 hingga 10 menit saja. Anda bisa berjemur lebih lama di bawah pukul 11 siang.
Itulah informasi terkait waktu berjemur yang baik. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.