Bagikan:

JAKARTA - Kanker mulut sering kali datang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Banyak orang baru menyadarinya setelah muncul luka yang tak kunjung sembuh, benjolan, atau rasa nyeri di area mulut dan tenggorokan. Padahal, sejumlah kebiasaan sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit ini secara signifikan.

Diperkirakan puluhan ribu kasus kanker mulut dan orofaring didiagnosis setiap tahun di berbagai negara. Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko kanker mulut sebenarnya bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup.

“Kanker mulut dapat luput dari perhatian karena banyak orang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal,” ujar Jennifer L. Armendariz, RN, FNP-C, AOCNP, dikutip dari laman Eating Well.

Ia menekankan deteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan meningkat bila kanker ditemukan sebelum menyebar.

Berikut empat kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu kanker mulut dan sebaiknya segera ditinggalkan.

1. Merokok dan Mengunyah Tembakau

Merokok menjadi penyebab utama kanker mulut. Kandungan zat karsinogen dalam rokok dapat merusak sel-sel di mulut dan tenggorokan, sehingga memicu pertumbuhan sel abnormal.

“Merokok atau mengunyah tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Zat karsinogen di dalamnya merusak sel di mulut dan tenggorokan,” kata Brannon Blount, M.S., RDN, LDN.

Tak hanya rokok konvensional, tembakau kunyah dan produk tembakau lainnya juga meningkatkan risiko kanker. Penelitian menunjukkan perokok memiliki kemungkinan berkali-kali lebih tinggi terkena kanker mulut dibanding orang yang tidak merokok.

Berhenti merokok memberikan dampak besar bagi kesehatan. Risiko kanker mulut dapat menurun secara signifikan dalam beberapa tahun setelah seseorang berhenti menggunakan tembakau.

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Segelas minuman beralkohol mungkin tampak biasa, tetapi konsumsi rutin dapat meningkatkan risiko kanker mulut.

“Alkohol melemahkan lapisan pelindung mukosa mulut, sehingga memungkinkan zat karsinogen lain merusak jaringan di bawahnya,” jelas Armendariz.

Semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin besar pula risikonya. Bahayanya meningkat drastis bila kebiasaan minum alkohol disertai merokok. Kombinasi keduanya membuat jaringan mulut lebih rentan terhadap paparan zat pemicu kanker.

3. Hubungan Seks Tanpa Perlindungan

Tak banyak yang tahu bahwa infeksiHPV (human papillomavirus)juga berkaitan erat dengan kanker mulut, khususnya kanker orofaring atau area tenggorokan.

“HPV merupakan penyebab utama kanker orofaring, terutama tipe HPV 16 dan 18 yang terkait dengan perkembangan kanker mulut,” kata Armendariz.

Virus ini dapat menular melalui seks oral. Karena sering tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak sadar telah terinfeksi. Untuk mencegah risiko, vaksin HPV dan penggunaan alat pelindung seperti kondom dapat menjadi langkah perlindungan penting.

4. Jarang Periksa dan Membersihkan Gigi

Mengabaikan pemeriksaan gigi rutin juga bisa menjadi faktor risiko yang sering diremehkan. Padahal, dokter gigi dapat mendeteksi tanda-tanda awal kanker mulut sebelum gejalanya terasa.

Pembersihan gigi secara berkala membantu mengurangi peradangan gusi dan penumpukan bakteri yang dapat menciptakan lingkungan pendukung berkembangnya kanker.

“Dokter gigi sering kali menjadi pihak pertama yang menyadari perubahan jaringan mulut pada tahap awal,” ujar Armendariz.

Pemeriksaan gigi setidaknya dua kali setahun disarankan untuk menjaga kesehatan mulut sekaligus membantu deteksi dini kanker.

Cara Mengurangi Risiko Kanker Mulut

Selain meninggalkan kebiasaan di atas, ada beberapa langkah sederhana untuk membantu melindungi kesehatan mulut:

- Berhenti merokok dan menghindari semua produk tembakau

- Membatasi atau menghindari alkohol

- Mendapatkan vaksin HPV sesuai anjuran tenaga kesehatan

- Menggunakan lip balm dengan SPF untuk melindungi bibir dari paparan sinar matahari

- Mengonsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan setiap hari

- Rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut

Kanker mulut memang dapat menjadi penyakit serius, tetapi banyak risikonya bisa ditekan melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Semakin cepat langkah pencegahan dilakukan, semakin besar peluang menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang.