Bagikan:

JAKARTA - Dalam 5 tahun pertama kehidupan anak, perkembangan otak anak terjadi secara signifikan sehingga penting untuk memastikan asupan nutrisi lengkap untuk dukung kemampuan kognitif anak termasuk salah satunya mikronutrien zat besi.

Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, MSc, SpA mengatakan, gejala kekurangan zat besi yang jika dibiarkan akan berdampak pada penurunan fokus/kosentrasi dan memori, lebih pasif karena gejala letih atau lesu, gangguan perilaku, sosio-emosional, perkembangan motorik dan juga lebih rentan sakit, sehingga nantinya dikhawatirkan dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan prestasi anak.

Hal itu rupanya pernah dialami public figure dan Ibu dari 1 anak, Asmirandah ketika anak mudah lelah, pucat, dan kurang fokus.

“Sebagai seorang Bunda, saya akan melakukan yang terbaik agar anak saya tumbuh sehat, cerdas, dan aktif dalam belajar. Awalnya, saya juga tidak menyadari bahwa gejala seperti anak mudah lelah, pucat, dan kurang fokus bisa jadi tanda kekurangan Zat Besi," ucapnya ketika ditemui VOI belum lama ini.

Karena itu, ia mulai memanfaatkan aplikasi cek Zat Besi. Seperti yang terbaru hadirnya Kalkulator Zat Besi di aplikasi Alfagift yang sangat membantu saya memantau kecukupan Zat Besi si Kecil. 

"Sekarang cek Zat Besi anakku Chloe jadi mudah banget melalui aplikasi Alfagift yang hasilnya bisa kita dapat hanya dalam 3 menit. Sambil nunggu hasilnya aku juga bisa berbelanja online dengan mudah kebutuhan sehari-hari keluarga, termasuk beli susu untuk penuhi kebutuhan nutrisi dan Zat Besi Chloe. Aku percaya dengan kandungan IronC yaitu kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C, bisa bantu penyerapan zat besi hingga 2 kali lipat untuk memaksimalkan pemenuhan zat besi harian anak serta dukung Chloe agar fokus dan aktif belajar," tutupnya.