Bagikan:

JAKARTA - Berhenti merokok tidak harus dilakukan secara drastis dan tiba-tiba. Banyak orang berhasil menghentikan kebiasaan ini dengan cara-cara sederhana, seperti mengurangi jumlah rokok secara bertahap atau menunda waktu merokok setiap hari. Kunci utamanya adalah konsistensi dan niat yang kuat.

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Aditya Wirawan, Ph.D., Sp.P, menyampaikan bahwa terdapat beberapa pendekatan yang bisa dipilih sesuai kenyamanan masing-masing individu.

Dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, ia menjelaskan selain metode langsung berhenti, seseorang juga bisa mencoba mengurangi jumlah rokok atau menunda waktu merokok secara perlahan.

“Kalau bisa langsung berhenti tentu bagus, tapi kalau belum mampu, bisa dimulai dengan menunda waktu merokok atau mengurangi jumlahnya secara perlahan,” kata dr. Aditya, seperti dikutip ANTARA.

Salah satu metode efektif yang disarankannya adalah mengurangi jumlah batang rokok harian. Misalnya, jika biasanya merokok 10 batang sehari, kurangi dua batang per hari hingga pada hari keenam sudah tidak merokok sama sekali.

Alternatif lain adalah teknik penundaan waktu. Bila biasanya seseorang merokok pukul 9 pagi, coba geser waktu merokok ke pukul 11 keesokan harinya, dan begitu seterusnya hingga frekuensi merokok berkurang menjadi satu kali sehari, lalu berhenti total.

“Metodenya bisa disesuaikan, tergantung mana yang cocok dengan kebiasaan masing-masing. Yang terpenting adalah niat yang sungguh-sungguh,” ujar Aditya.

Manfaat berhenti merokok bisa dirasakan dalam waktu yang relatif singkat. Hanya dalam 20 menit setelah berhenti, tekanan darah dan denyut jantung mulai stabil. Setelah 12 jam, kadar karbon monoksida dalam darah kembali ke level normal.

Dalam dua hingga lima hari, tubuh mulai mengeluarkan nikotin sepenuhnya dan kemampuan pengecapan pun mulai membaik. Dalam dua sampai enam minggu, fungsi paru membaik, risiko infeksi menurun, dan sesak napas pun berkurang secara signifikan.

Aditya juga menyampaikan dalam jangka panjang, risiko penyakit kronis menurun drastis. Dalam waktu satu hingga 15 tahun setelah berhenti, risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan kanker bisa menurun hingga setengahnya, bahkan mendekati angka orang yang tidak pernah merokok.

Ia menambahkan, seseorang yang berhenti merokok pada usia 30-an masih memiliki harapan hidup yang setara dengan mereka yang tidak pernah menyentuh rokok.